Tradisi Mandi Safar di Pulau Penyengat, Doa Selamat untuk Tolak Balak

1 week ago 22
mandi safar pulau penyengatWakil Wali Kota Tanjungpinang hadir dalam Mandi Safar di Pulau Penyengat. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Warga Pulau Penyengat kembali menggelar tradisi tahunan Mandi Safar dan Doa Selamat, bertepatan dengan 26 Safar 1447 Hijriah, Rabu (20/8/2025). Prosesi adat ini berlangsung di Balai Kelurahan Penyengat dengan penuh khidmat.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, turut hadir dan memandikan anak-anak sebagai simbol penerusan tradisi serta doa agar masyarakat terhindar dari marabahaya. Ia mengapresiasi langkah pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dalam menjaga warisan budaya Melayu.

“Masih banyak adat dan tradisi lokal yang perlu dilestarikan agar budaya Melayu terus hidup,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Menurut Raja Ariza, tradisi Mandi Safar bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga aset budaya yang patut dipertahankan. Pemerintah Kota Tanjungpinang, katanya, berencana mengusulkan kegiatan ini sebagai warisan budaya tak benda ke pemerintah pusat.

“Tradisi ini juga menjadi kesempatan untuk menggali kembali berbagai warisan budaya, termasuk adat perkawinan Melayu, agar tetap terpelihara untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Mandi Safar sudah lama menjadi bagian dari masyarakat Kepulauan Riau. Air sumur yang dicampur digunakan sebagai simbol pembersihan diri, dilengkapi doa, bacaan ayat suci Al-Qur’an, serta papan tolak balak sebagai wujud harapan dijauhkan dari musibah.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Juramadi Esram, menegaskan bahwa Pulau Penyengat adalah pusat peradaban Melayu yang sarat nilai budaya dan spiritual.

“Ritual Mandi Safar menjadi wujud syukur sekaligus upaya menjaga tradisi agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga Pulau Penyengat yang kaya sejarah serta budaya religius.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekcam Tanjungpinang Kota, Raja Muhammad Ruslan; Lurah Penyengat, Candra Agung Lukita; Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Raja Al Hafis; tokoh masyarakat, dan warga setempat. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |