Tradisi Bahari dan Wisata Meriahkan HUT RI di Belakangpadang

1 week ago 33
tradisi bahari belakangpadangLomba perahu layar di Belakangpadang dalam rangka memeriahkan HUT RI, Sabtu (16/8/2025). Foto: AlurNews.com

AlurNews com – Beragam warna layar dari belasan perahu layar kembali menghiasi wilayah perairan Kecamatan Belakangpadang, salah satu pulau di Kota Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura.

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, perlombaan yang mempertahankan tradisi bahari ini kembali digelar mulai, Sabtu (16/8/2025) hingga Minggu (17/8/2025).

Tidak hanya sampan layar yang dibagi dalam 3 kategori, perlombaan ini juga menghadirkan pertandingan Ketinting Race hingga Speedboat Race yang juga diikuti oleh para penambang boat penyebrangan dari Batam menuju Belakangpadang.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh panitia, peserta, serta masyarakat Belakangpadang yang konsisten menjaga tradisi lomba ini.

Menurutnya, Lomba Sampan Layar dan Ketinting Race bukan hanya ajang hiburan semata, melainkan juga momentum mempererat persatuan serta menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Lomba sampan layar ini sudah menjadi agenda rutin setiap peringatan HUT RI di Belakangpadang. Di tingkat kelurahan, acara semacam ini bisa menggerakkan potensi masyarakatnya. Sementara di level kecamatan, dapat memobilisasi seluruh tokoh yang ada. Jika kolaborasi ini terus terbangun, Insya Allah semua akan berjalan lancar,” jelas Amsakar saat ditemui di Kecamatan Belakangpadang, Sabtu (16/8/2025).

Amsakar menekankan pentingnya meningkatkan kualitas, acara agar memiliki daya tarik yang lebih besar. Amsakar meminta dinas terkait mulai membuat pengelolaan yang baik, hingga event tradisional ini dapat menjadi magnet wisata bagi pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

Amsakar menyebut event yang selalu terlaksana di momen peringatan HUT RI ini, menjadi penggerak ekonomi mulai dari pengguna jasa boat pancung, tukang becak, hingga pelaku UMKM dan penjual makanan yang ada di Belakangpadang.

“Saya tahu setiap kali Belakangpadang menggelar lomba, roda ekonomi langsung bergerak. Mulai dari jasa bot pancung, tukang becak, hingga para pelaku UMKM semuanya ikut merasakan dampaknya. Ini artinya kegiatan seperti ini memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat,” jelasnya

Selain mendorong aspek ekonomi, Amsakar juga berharap lomba ini dapat terus dijaga sebagai warisan budaya maritim masyarakat pesisir Batam.

Menurutnya, sampan layar ketinting adalah simbol kearifan lokal yang mencerminkan identitas masyarakat Belakang Padang yang hidup berdampingan dengan laut.

“Mudah-mudahan ke depan acara ini bisa kita desain lebih bagus lagi, lebih profesional, tanpa menghilangkan nilai tradisi. Karena selain sebagai hiburan dan budaya, lomba ini juga bisa menjadi aset wisata unggulan Batam,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menyebut event olahraga tradisional laut yang melekat pada masyarakat pesisir di Kepulauan Riau ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata, terutama bagi Singapura dan Malaysia yang merupakan tetangga Provinsi Kepri.

Li Claudia melihat perlombaan tradisional laut ini tidak hanya menghibur, tetapi wujud nyata gotong royong, cinta tanah air, komunikasi sehat pemerintah dengan masyarakat, dan juga bagian dari melestarikan seni budaya.

“Tahun depan kita buat lebih meriah, tetapi kita ubah diubah cakupannya,” ujarnya. (nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |