
Alurnews.com – Wakil Bupati Kabupaten Karimun, Rocky Marciano Bawole melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tuah Karimun, Selasa (26/8/2025) pagi.
Sidak itu dilakukan guna mengevaluasi serta mengetahui langkah ke depan jajaran direksi BPR Tuah Karimun yang baru dilantik untuk mengatasi kerugian yang terjadi saat ini.
Berdasarkan catatan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wabup Rocky menyebut BPR Tuah Karimun mengalami defisit atau kerugian hingga Rp700 juta.
“Pada bulan Maret 2025 lalu OJK menyampaikan BPR Tuah Karimun merugi hingga Rp500 juta, sedangkan sampai dengan Juli sudah menyentuh angka Rp700 juta,” terang Wabup.
Dikatakan dia, kerugian yang dialami oleh BPR Tuah Karimun diketahui berpunca dari macetnya kredit nasabah, sehingga 100 persen menjadi beban BPR untuk menutupi.
“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini tidak lagi merugi. Untuk itu jajaran BPR perlu kerja keras, tidak harus untung namun juga tidak merugi. Maka perlu pembenahan sehingga tahun-tahun akan datang bisa menyumbang PAD,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan dukungan kepada BPR Tuah Karimun dengan menambah atau menyuntik modal.
“Tahun 2023 ada Peraturan Daerah (Perda) penambahan penyertaan modal, namun tidak berjalan. Tapi yang penting ke depan kami bantu penyertaan modal, tinggal dalam proses kajian saja,” tutur dia.
Ia mengatakan BPR Tuah Karimun juga mengambil langkah efesiensi guna menekan pengeluaran seperti pemotongan gaji atau anggaran di jajaran direksi.
“Ada langkah yang diambil oleh BPR, mereka melakukan pemotongan untuk jajaran direksi dengan total Rp200 juta di tahun ini. Namun tidak berlaku ke staf,” ujarnya. (Andre)