Seluruh Bangunan di Pulau Penyengat Diarahkan Bernuansa Wisata Budaya

2 weeks ago 27
Pulau Penyengat Dari udara. Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan seluruh bangunan yang ada di pulau ini diarahkan memiliki nuansa budaya dan pariwisata agar memiliki ciri khas dan menjadi daya tarik untuk dikunjungi. (Foto: Diskominfo Kepri)

AlurNews.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa ke depan seluruh bangunan di Pulau Penyengat, baik milik pemerintah maupun masyarakat, akan diarahkan beenuansa pariwisata dan budaya.

Langkah ini merupakan bagian dari program penataan kawasan yang terus dilaksanakan Pemprov Kepri bersama Kementerian PUPR.

Arahan ini juga berlaku untuk fasilitas umum seperti mushola, puskesmas, dan bangunan pelayanan publik lainnya.

“Pelan-pelan semua bangunan yang ada di Pulau Penyengat akan bernuansa pariwisata dan budaya. Ini penting untuk menjaga kekhasan pulau sejarah kita sekaligus menarik minat wisatawan,” ujar Gubernur Ansar saat sosialisasi penataan kawasan Tahap 3 di Halaman Balai Kelurahan Penyengat, Senin malam (11/8/2025).

Sebagai bagian dari penataan, rumah-rumah warga juga akan dicat dengan warna dan ornamen yang selaras dengan konsep wisata budaya. Langkah ini diharapkan dapat mempercantik wajah Pulau Penyengat, memberikan kesan harmonis, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

“Kalau semua bangunan seragam nuansanya, wisatawan akan mendapatkan pengalaman visual yang khas dan berbeda. Ini juga bisa menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap lingkungannya,” tambah Gubernur Ansar.

Penataan kawasan Pulau Penyengat telah dimulai sejak 2022 dan terus berlanjut. Tahun 2025 ini, program memasuki tahap 3, termasuk pembangunan plaza penyambut, penataan halaman balai adat, lanskap, storytelling & artworks, serta lanjutan penataan jalan lingkungan.

Tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi Kepri bersama Kementerian PUPR melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri akan melaksanakan penataan lanjutan kawasan Pulau Penyengat. Penataan ini merupakan tahap tiga.

Pembangunan mencakup pembangunan plaza penyambut, penataan halaman Balai Adat, lanskap, ruang cerita dan galeri seni (storytelling & artwork), serta lanjutan penataan jalan lingkungan.

Kemetrian PUPR , sebagaimana disampaikan Gubernur Ansar akan membangun enam ruas jalan dengan total panjang sekitar 2 km.

“Insya Allah semua tuntas tahun ini. Saya akan mengawasi langsung prosesnya, dan jika ada kendala, kita dudukkan bersama,” ujarnya.

Dengan konsep penyeragaman nuansa pariwisata dan budaya, Pulau Penyengat diharapkan semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon wisata sejarah dan budaya kebanggaan Provinsi Kepulauan Riau. (ib)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |