
AlurNews.com – Influencer asal Singapura yang biasa disebut Sultan Singapura, mengunjungi Panti Asuhan Raudhatussyafa Madani, Patam Lestari dan Panti Asuhan Al Fauzan di Tiban, Kecamtan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau sebagai proyek sosial pertama yang dilakukannya di Indonesia.
Saat ditemui di panti asuhan Raudhatussyafa Madani, pria berusia 26 tahun bernama Kai Emilio ini mengaku proyek tahap pertama ini adalah kegiatan sosial yang biasa dilakukannya sejak beberapa tahun lalu di Batam.
Namun dikarenakan perkembangan industri media sosial yang dimilikinya, Kai menyebut menggunakan cara pendekatan berbeda dengan masyarakat Indonesia dan Batam pada umumnya.
“Sebenarnya kegiatan ini sudah sering saya lakukan, cuma karena perkembangan saat ini cara yang aku lakukan lain sikit. Tujuan, perasaan, dan niatnya sama dengan dulu,” jelasnya, Senin (4/8/2025).
Dikenal lewat plafrom media sosial, Kai juga menyebut tidak memiliki target apapun di Kota Batam. Kai bahkan menyebut tidak berniat memiliki bentuk bisnis apapun dari kampanye media sosial yang coba dilakukannya saat ini.
“Saya sudah dari dulu mengenal dan punya ramai teman di sini. Kalau memang mau saya sudah buat bisnis di sini. Untuk bisnis saya fokus kepada apa yang sudah saya miliki di Singapura. Berbagi adalah sebuah hal yang sudah biasa dilakukan, berbagi sejak sebelum dikenal di media sosial,” ujarnya.
Terhadap kedua panti yang dikunjunginya, Kai mengaku memiliki program jangka pendek, menengah, dan panjang yang fokus terhadap kenyamanan dan pendidikan bagi anak.
Bahkan ia menyatakan niatnya untuk kembali dan membuat program berkelanjutan, dengan melibatkan para penggiat dan pelaku media sosial Singapura.
“Project bertahap di batam. Masa sekarang ini dulu, masa mendatang saya akan mencari sponsor bersama teman-teman dari Batam dan Singapura,” jelasnya.
Untuk kegiatan kali ini, Kai memberikan bantuan berupa menanggung seluruh pembiayaan perbaikan dan penambahan area bagi anak-anak panti. Selain memberi bantuan sembako dan uang tunai bagi operasional panti.
“Project ini berawal dari kenalan teman di Batam, kami ingin berbagi. Ada empat sampai lima panti yang kami datangi. Ini semua dari uang pribadi. Kami cuma ingin berbagi kebahagiaan, silaturahmi, dan berkenalan dengan orang-orang Batam,” jelasnya. (nando)