AlurNews.com, Batam – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti Kawasan Industri Batamindo pada Minggu (17/8/2025). Disaat ribuan pekerja dari puluhan perusahaan berkumpul untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Dengan total 2.444 orang, sebanyak 72 perusahaan mengirimkan perwakilan yang terdiri dari pekerja, manajemen perusahaan, aparat TNI, Polri, hingga Forkopimda.
Kehadiran mereka membuktikan Batamindo sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Batam, tidak hanya sibuk dengan aktivitas produksi, tetapi juga menjaga semangat kebangsaan.
General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah, menegaskan bahwa upacara kemerdekaan di kawasan ini selalu menjadi momentum persatuan.
“Pesertanya juga ada yang dari militer, dari Marinir, dari polisi, dari semua tenant,” ujarnya.
Mook Sooi Wah menyebut keikutsertaan ribuan pekerja membuktikan semangat nasionalisme tetap hidup di kalangan buruh industri.
“Semangat ini menunjukkan bahwa dunia usaha dan pekerja bisa berjalan bersama, tidak hanya dalam produksi, tapi juga dalam menjaga nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Dikenal sebagai kawasan industri di Batam yang menjadi rumah bagi puluhan ribu pekerja. Selama puluhan tahun, kawasan ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau.
Upacara HUT ke-80 RI di Batamindo menegaskan satu pesan: kemerdekaan bukan hanya milik pemerintah, bukan hanya milik aparat, melainkan juga milik pekerja yang setiap hari berjuang di dunia industri.
Ribuan peserta yang hadir membuktikan bahwa semangat Merah Putih tetap menyala, bahkan di tengah mesin-mesin produksi yang terus berputar
“Perayaan kemerdekaan tahun ini kembali menegaskan posisi Batamindo sebagai ruang yang menyatukan kepentingan ekonomi dengan nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 033/Wira Pratama, Kolonel Inf. I Ketut Mertha Gunarda, bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadirannya memperkuat makna simbolis acara, sekaligus menegaskan dukungan militer terhadap persatuan dunia industri dan masyarakat sipil di Batam.
Peringatan kemerdekaan di Batamindo sebenarnya rutin digelar setiap tahun. Namun, tahun ini terasa lebih spesial. Seorang perwakilan manajemen menyebutkan,
“Upacara kenaikan bendera ini rutin diadakan tiap tahun. Dan tahun 2025 ini sangat istimewa, karena menandai kebangkitan ekonomi Batam pasca Covid-19,” ujarnya.
Pihaknya menilai pandemi sempat menekan aktivitas industri di Batam, dan membuat ribuan pekerja kehilangan jam kerja, beberapa perusahaan terpaksa mengurangi produksi, bahkan ada yang menutup operasional.
“Karena itu, kehadiran ribuan pekerja dalam upacara tahun ini dipandang sebagai tanda kebangkitan, sekaligus optimisme baru bahwa ekonomi Batam kembali bergerak ke arah positif,” ujarnya.