Raksasa Konstruksi China CRBC Lirik Investasi Jembatan Batam-Bintan

1 day ago 15
investasi jembatan batam-bintanGubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura bertemu dengan perwakilan CRBC. Foto: Diskominfo Kepri

AlurNews.com – Rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan kembali mendapatkan angin segar. China Road and Bridge Corporation (CRBC), perusahaan konstruksi raksasa asal China, menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang investasi pada proyek strategis yang digadang-gadang sebagai motor baru penggerak ekonomi Kepulauan Riau.

Minat itu disampaikan langsung dalam audiensi dengan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025).

Delegasi CRBC yang hadir antara lain Deputy General Manager Shi Yao Hua, Marketing Manager Li Honghe, dan Business Development Engineer Kelvin Gostalin. Turut mendampingi pula perwakilan dari KPN Corp dan Yero Energy Indonesia.

CRBC merupakan anak usaha dari China Communications Construction Company (CCCC) yang telah mengerjakan sejumlah proyek besar di Indonesia, seperti Jembatan Suramadu, Jembatan Tayan, Tol Solo–Kertosono, hingga Tol Cisumdawu.

Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, dalam kesempatan itu memaparkan konsep Jembatan Batam-Bintan dengan panjang total 14,74 kilometer, terdiri dari jembatan 7,68 kilometer dan jalan penghubung 7,06 kilometer.

“Dengan ukuran tersebut, Batam-Bintan akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, melampaui Suramadu,” paparnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Rodi menambahkan, sejumlah kewajiban pemerintah daerah sudah diselesaikan, seperti dokumen teknis DED, izin lingkungan, Andalalin, hingga pembebasan lahan. Saat ini pemerintah pusat tengah melakukan review DED dan investigasi tanah untuk menghitung estimasi biaya.

Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya pembangunan jembatan ini bagi masa depan Kepri. Menurutnya, arus barang dan orang akan semakin lancar sehingga memperkuat perekonomian daerah.

“Selama ini hanya mengandalkan kapal Roro. Dengan adanya jembatan, mobilitas antar dua pulau strategis ini akan jauh lebih mudah dan berdampak pada sektor ekonomi lainnya,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pihak swasta. Perwakilan KPN Corp, Lian Pongoh, menyebut proyek ini bukan sekadar menghubungkan Batam dan Bintan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kepri.

Nyanyang memastikan, Pemprov Kepri akan terus melobi pemerintah pusat agar proyek ini masuk daftar prioritas nasional. Ia menyebut Gubernur Ansar Ahmad sudah intens berkomunikasi dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis maupun pembiayaan. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |