AlurNews.com – Asma masih menjadi salah satu penyakit pernapasan yang kerap disalahpahami. Berbagai mitos yang berkembang di masyarakat tak jarang membuat penanganan asma menjadi tidak tepat.
Padahal, pemahaman yang benar tentang penyakit ini sangat penting agar penderita dapat menjalani hidup dengan lebih nyaman dan sehat.
Asma adalah kondisi kronis yang menyerang saluran pernapasan akibat peradangan dan penyempitan, ditandai dengan gejala seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, dan mengi. Serangannya bisa datang tiba-tiba dan bervariasi tingkat keparahannya.
Berikut beberapa mitos yang umum dipercaya beserta fakta medis yang sesungguhnya, dikutip dari Hellosehat.
1. Mitos: Asma adalah penyakit keturunan
Fakta: Meski faktor genetik dapat meningkatkan risiko, asma tidak selalu diturunkan. Seseorang bisa menderita asma meski tidak ada riwayat dalam keluarga. Penyebab asma bersifat multifaktorial, termasuk alergi, polusi udara, infeksi, atau paparan zat iritan.
2. Mitos: Asma bisa disembuhkan
Fakta: Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan asma secara total. Namun, gejalanya bisa dikendalikan dengan baik melalui pengobatan dan penghindaran pemicu. Menurut Dr. Cindy Gellner dari University of Utah, tidak munculnya gejala bukan berarti sembuh, melainkan asma dalam kondisi terkendali.
3. Mitos: Penderita asma sebaiknya tidak berolahraga
Fakta: Olahraga tetap dianjurkan bagi penderita asma, selama dilakukan dengan pengawasan dan di lingkungan yang sesuai, misalnya dengan kelembapan tinggi. Berenang menjadi salah satu pilihan olahraga yang relatif aman dan bermanfaat untuk kebugaran serta fungsi paru-paru.
4. Mitos: Inhaler bisa menyebabkan kecanduan
Fakta: Penggunaan inhaler tidak menyebabkan ketergantungan. Inhaler merupakan alat bantu penting untuk mengatasi gejala asma dan sangat aman jika digunakan sesuai petunjuk dokter.
5. Mitos: Obat steroid untuk asma berbahaya
Fakta: Steroid yang digunakan dalam pengobatan asma, seperti kortikosteroid, merupakan bentuk sintetis dari hormon alami tubuh. Bila digunakan dalam dosis yang tepat dan di bawah pengawasan medis, steroid aman dan efektif dalam mengendalikan peradangan pada saluran pernapasan.
6. Mitos: Semua penderita asma memiliki gejala yang sama
Fakta: Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda, mulai dari batuk ringan hingga sesak napas parah. Maka dari itu, rencana pengobatan harus bersifat individual dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. (red)