Masih Dalam Perawatan, ART Korban Penganiayaan Majikan Alami Trauma Berat

2 months ago 55
Tersangka kasus penganiayaan ART di Batam saat konferensi pers di Polresta Barelang, Senin (23/6/2025). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Paska berhasil diselamatkan Paguyuban Flobamora Kota Batam, Kepulauan Riau, Intan ART asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Batam.

Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus yang kini mewakili keluarga korban, menyebut bahwa Intan hingga saat ini masih mengalami trauma yang menyebabkan depresi berat.

Hal ini menyebabkan Intan masih takut untuk bertemu orang lain, hal ini berpengaruh saat Intan akan diperiksa oleh tim medis.

“Psikis Intan masih mengalami trauma berat, masih depresi berat. Dia ketemu orang saja masih takut, ketemu dokter juga takut,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/6/2025).

Sebagai pendamping, pemuka agama yang kerap dipanggil Romo Paschal ini juga menyebut belum dapat melakukan komunikasi secara intens dengan Intan.

Adapun keterangan yang didapat oleh pendamping dan paguyuban, masih berupa keterangan yang diberikan Intan saat diselamatkan dari rumah pelaku Rosalina (sebelumnya Rosliana), yang berada di pemukiman mewah Sukajadi, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (22/6/2025) lalu.

“Karena kami sebagai pendamping masih sulit untuk berkomunikasi. Banyak keterangan yang bisa digali dari Intan,” ujarnya.

Selain itu, Romo Paschal juga mengharapkan pihak Kepolisian bisa menggali lebih dalam, mengenai peristiwa penyiksaan yang dilakukan oleh Rosalina (44), dan Merlin (22) yang juga merupakan ART dan rekan kerja korban.

“Masih banyak hal yang bisa digali, kasus ini belum tergali semua. Kami beri kesempatan saja ke polisi untuk meneruskan apakah ada kemungkinan pasal baru, atau tetap dengan pasal kemarin,” jelasnya.

Kedepan, Romo Paschal juga menyebut akan terus mendampingi korban hingga kondisinya stabil, serta tetap melakukan pendampingan untuk proses hukum yang berlangsung di pengadilan nantinya.

“Korban nanti akan diserahkan ke saya. Nanti akan didampingi hingga dia benar-benar pulih dan kami dampingi hingga proses hukum selesai. Kami belum berbicara mengenai pemulangan ke daerah asal. Kami fokus ke kesehatan, psikis, dan hukumnya,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |