Manajemen Desa Air Cargo Pastikan Kebakaran Jauh dari Lokasi Pemusnahan 2 Ton Sabu

2 months ago 42
Desa Air Cargo KebakaranPuing-puing sisa-sisa limbah di lokasi kebakaran di Desa Air Cargo. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Manajemen PT Desa Air Cargo memastikan lokasi kebakaran yang terjadi, Senin (23/6/2025) malam berada jauh dari lokasi pembakaran barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2 ton yang sebelumnya dimusnahkan oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Direktur Utama PT Desa Air Mas, , juga turut memastikan bahwa untuk kecurigaan mengenai keberadaan barang bukti yang dimaksud, seluruhnya sudah berhasil dimusnahkankan.

“Kalau ditanyakan mengenai lokasi pemusnahan, seluruh barang bukti yang dibawa BNN pada tanggal 12 lalu sudah seluruhnya dimusnahkan. Saat pemusnahan itu hanya berlangsung 4 jam, dengan menggunakan mesin insenerator kami. Sementara untuk lokasi yang terbakar malam tadi, itu jaraknya jauh dari lokasi mesin insenerator kami,” ujar Kurniawan saat ditemui di kawasan Batam Center, Selasa (24/6/2025) siang.

Kurniawan menyebut kebakaran di kawasan Pengelolaan Limbah Industri-B3 (KPLI-B3) ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Kebakaran yang melahap empat gudang ini, berawal dari kebakaran yang terjadi di gudang penyimpanan limbah nomor 11, dan dengan cepat merambat ke tiga gudang lain yakni gudang 9, gudang 10, dan gudang 12.

“Namun penyebab pasti kebakaran masih kita pastikan, dari data yang didapat kebakaran terjadi dari gudang nomor 11,” ujarnya.

Pada keempat gudang tempat penyimpanan limbah ini, Kurniawan menyebut tidak ada bahan kimia berbahaya yang tersimpan di lokasi terbakar, melainkan limbah seperti pasir blasting, kain, glasswool, dan sludge.

Kebakaran cepat merambat ke tiga gudang lainnya akibat banyaknya limbah kain yang tersimpan. Pihak manajemen saat ini memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp26 miliar.

Saat ini, kondisi di lapangan sedang dalam proses pendinginan, api berhasil dipadamkan pada, Selasa (24/6/2025) pagi. Setelah api berhasil dipadamkan, perusahaan segera melakukan langkah tanggap darurat. Limbah yang masih ada akan dikemas ulang dan dikirim ke Jakarta.

“Yang pertama kami lakukan adalah menurunkan alat berat untuk memisahkan puing-puing dengan limbah,” jelasnya.

Guna mencegah potensi pencemaran lingkungan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dan juga DLHK pusat untuk membantu proses pemulihan lingkungan.

Sementara itu, operasional perusahaan dihentikan sementara pascakejadian. Ke depan, PT Desa Air Cargo berencana membentuk tim khusus yang akan siaga di lokasi guna mengantisipasi insiden serupa. Pihaknya tak ingin kejadian seperti ini terulang.

“Hari ini kami tidak menerima pengambilan limbah. Kami setop operasional sehari. Tapi besok kami mulai lagi karena pelayanan tetap jalan, jadi customer tidak perlu khawatir,” jelasnya. (nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |