Gerindra Cup Dibanjiri Masyarakat dan Antusias Peserta Tinggi, Li Claudia Ajukan Pergantian Nama

2 weeks ago 25
Lomba sampan layar Gerindra Cup 2025 di Belakangpadang. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra mengajukan pergantian nama bagi pesta rakyat yang diinisiasi partai Gerindra, di Kecamatan Belakangpadang. Mengusung olahraga tradisional laut, Li Claudia mengharapkan pergantian nama dapat lebih menggambarkan persatuan, dan tidak terpaku kepada satu bagian atau organisasi.

Untuk diketahui, adapun event yang dimaksud Gerindra Cup yang menghadirkan berbagai cabang pada perlombaan tradisional sampan layar, ketinting sport, dan speedboat sport yang diikuti peserta dari Pulau Galang, Belakangpadang, Kota Tanjungpinang, hingga Kabupaten Karimun.

“Melihat antusias yang terjadi kemarin di Belakangpadang, saya berharap agar di next event ada pergantian nama. Nama yang dipakai saat ini cakupannya terkesan hanya Gerindra. Kalau diubah menjadi lebih luas, maka kita bisa menggandeng seluruh komponen bahkan partai lain untuk terlibat,” jelasnya, Senin (11/8/2025).

Usulan pergantian nama, dalam event olahraga tradisional laut yang melekat pada masyarakat pesisir di Kepulauan Riau ini. Diharapkan dapat membuat event tersebut lebih menjadi daya tarik wisata, terutama bagi Singapura dan Malaysia yang merupakan tetangga Provinsi Kepri.

Li Claudia melihat perlombaan tradisional laut ini tidak hanya menghibur, tetapi wujud nyata gotong royong, cinta tanah air, komunikasi sehat pemerintah dengan masyarakat, dan juga bagian dari melestarikan seni budaya.

“Tahun depan kami buat lebih meriah, tetapi kami ubah cakupannya, bukan hanya milik Gerindra tetapi milik semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan menyebut perlombaan tradisional laut yang telah terlaksana, Minggu (10/8/2025) kemarin di kawasan perairan Lang Laut Belakangpadang terbagi dalam beberapa kategori

Diantaranya kategori sampan layar yang terbagi dalam kategori 5 kru, 7 kru, dan 9 kru. Sementara untuk lomba ketinting race, dan speedboat race baru dapat dilakukan dalam satu kategori dengan total hadiah sebesar Rp250 juta.

Aweng juga menyebut, pihaknya ingin menggelar lomba dragon boat, sebuah event yang telah lama hilang dan tidak pernah kembali dilakukan oleh masyarakat pesisir di Kepri.

“Anggap ini pemanasan, sebagai anak tempatan kami ingin menghadirkan kembali dragon boat yang sudah lama hilang. Dahulu kami anak-anak pesisir ini sangat senang dengan perhelatan lomba tersebut,” jelas Aweng.

Terkait permintaan perubahan nama event, Aweng juga menyebut ide tersebut sejalan dengan semangat persatuan terutama dalam menyambut HUT ke-80 RI. Pihaknya tengah memikirkan nama terbaru yang dapat melambangkan semangat tersebut.

“Tapi kami tetap akan menjadi pelopor, kami targetkan dengan usulan ini. Event di Belakangpadang masuk dalam agenda pariwisata nasional. Dragon boat nanti, kami akan mengundang peserta dari dua negara tetangga,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |