
AlurNews.com – Progres pembangunan Rumah Sakit Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital (RS MABIH) di Batam, mendapat apresiasi dari DPRD Kota Batam.
Anggota DPRD Batam, Yefri berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga RS MABIH dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi bagi peningkatan daya saing Batam di sektor pelayanan kesehatan.
“Kami di DPRD sangat mendukung pembangunan rumah sakit ini dan mengharapkan prosesnya berjalan lancar agar segera beroperasi. Dengan adanya fasilitas kesehatan berstandar internasional di Batam, masyarakat Kepri dan sekitarnya tidak perlu lagi berobat ke Singapura atau Malaysia karena di sini sudah tersedia rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis berkualitas tinggi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Pembangunan RS MABIH diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam pengembangan Batam sebagai pusat layanan kesehatan internasional, sekaligus mendukung visi KEK Kesehatan di kawasan tersebut.
DPRD Batam juga menegaskan dukungannya, atas percepatan pembangunan MABIH menjadi salah satu bagian dari partner pemerintah dalam berinvestasi di Batam sehingga dapat menjadikan Batam sebagai Hub Kesehatan Internasional.
“Mayapada dengan standar internasional ini, membuat kita optimis dapat menarik pasien luar negeri untuk berobat kesini. Mayapada akan jadi destinasi baru bagi wisata kesehatan Batam,” jelasnya.
Dalam pemaparan pihak Mayapada disebutkan bahwa RS MABIH dibangun dalam Kawasan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Sekupang, lokasi tepatnya berada disamping tempat wisata Taman Rusa.
Rumah Sakit ini kemudian lahir dari kolaborasi Mayapada Healthcare bersama Apollo Hospitals India dimana MABIH akan hadir dengan konsep green hospital yang didesain oleh HKS Singapore, Medical Planner; memiliki 11 lantai, 1 semi basement, dan berkapasitas 250 tempat tidur.
Dengan nilai investasi lebih dari satu trilliun rupiah, MABIH ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di kawasan ekonomi khusus, menyusul Bali International Hospital milik pemerintah di KEK Sanur, Bali.
Sementara itu, Jonathan Tahir, Presiden Komisaris Mayapada Healthcare menjelaskan bahwa pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital bukan sekadar investasi di bidang kesehatan, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa.
Menurutnya, setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus pergi jauh ke luar negeri.
“Kenapa di Batam, kami ingin menjawab tantangan dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto bahwa bagaimana kami swasta bisa berkontribusi bagi negeri menahan devisa keluar dimana banyak orang Indonesia berobat ke luar negeri, beralih memilih berobat di dalam negeri, khususnya di Batam,” ujar Jonathan. (nando)