
AlurNews.com – Memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti yang dilakukan Panti Asuhan Yaa-bunayya yang berada di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
Yayasan yang menampung lebih dari 32 anak yatim-piatu ini, mengajak komunitas Sahabat Panti Batam guna membawa kebahagiaan tidak hanya bagi anak panti asuhan. Namun juga bagi warga dari beberapa kampung yang ada di sekitar Panti Asuhan Yaa-bunayya.
“Awalnya kami mengajak kolaborasi ini, dengan tujuan membahagiakan anak-anak kami. Namun semakin dekat tanggal nya, rasanya tidak elok kalau warga sekitar tidak dilibatkan. Apalagi kita tahu apa masalah yang tengah dihadapi oleh Rempang saat ini,” ujar Pengelola Pantu Asuhan Yaa-bunayya, Ustaz Efriandi Sukma saat ditemui, Minggu (17/8/2025) siang.
Selaku pengelola, Ustaz Efriandi yang kerap dipanggil Ustaz Bro menyebut lebih memilih menggandeng komunitas, dibandingkan dengan menunggu atau mengantarkan proposal kegiatan kepada Pemerintah Daerah.
Ustad Bro menyebut hanya ingin menandai kemerdekaan RI, dengan memberi sebuah pengalaman yang dapat membekas bagi anak-anak asuhnya.
“Memaknai kemerdekaan kita isi dengan memberi yang terbaik. Walau kita tahu saat ini kondisi kita saat ini mengalami kekurangan di sana-sini,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Komunitas Sahabat Panti Batam, Yudi Hendrawan menyebut permintaan untuk menjadi panitia peringatan HUT RI ke-80 di Pulau Rempang ini, datang dari permintaan pribadi pengurus Yayasan Yaa-bunayya.
Hanya memiliki waktu kurang dari sebulan, Yudi mengaku memanfaatkan waktu yang ada guna mengumpulkan donasi dari para anggota komunitas yang merupakan para pekerja barbershop di Kota Batam.
“Kurang dari sebulan, kami diminta untuk menjadi panitia untuk kegiatan siang ini. Belum lagi ini adalah hal yang pertama bagi kami. Saya dan teman-teman yang merupakan pekerja barbershop di Batam, langsung bergotong royong untuk mengumpulkan donasi bagi adik-adik di sini,” jelasnya.
Yudi juga menuturkan menghadirkan 12 jenis permainan yang identik dengan peringatan HUT RI seperti balap karung, lomba bakiak, tarik tambang, panjat pinang, makan kerupuk. Selain itu selaku panitia, pihaknya juga menghadirkan beberapa permainan yang tengah viral di media sosial saat ini.
“Tujuan kami dengan pengelola yayasan sama, kami hanya ingin menghadirkan kebahagiaan saja pada anak-anak di Pulau Rempang,” ujarnya.
Selaku komunitas yang terdiri dari para pekerja di Kota Batam, Sahabat Panti yang baru berusia satu tahun ini kerap menggelar kegiatan membersihkan dan menata rambut bagi seluruh anak panti asuhan yang ada di Batam.
Kegiatan yang berlangsung dua kali dalam sebulan ini, berfokus tidak hanya untuk styling dan memberikan pangkas gratis bagi anak-anak panti. Komunitas juga fokus terhadap kondisi kesehatan rambut dan kepala anak-anak di panti asuhan.
“Setahun ini kami menemukan bahwa kutu menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh anak-anak. Kondisi kulit kepala yang tidak sehat ini, membuat mereka menurunkan konsentrasi nya saat mendapat pelajaran baik di panti atau di sekolah,” jelasnya. (nando)