GAZA (jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (21/8/2025) menyatakan telah memberikan persetujuan akhir terhadap rencana militer untuk merebut Kota Gaza. Namun, di saat yang sama ia juga menginstruksikan dimulainya negosiasi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata.
“Saya datang untuk menyetujui rencana militer Israel untuk menguasai Kota Gaza dan mengalahkan Hamas,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video yang direkam saat kunjungannya ke markas divisi Gaza di Israel.
“Pada saat yang sama, saya telah menginstruksikan untuk segera memulai negosiasi guna membebaskan semua sandera kami dan mengakhiri perang dengan syarat-syarat yang dapat diterima oleh Israel. Kedua hal ini mengalahkan Hamas dan membebaskan semua sandera berjalan beriringan,” tambahnya.
Pernyataan Netanyahu muncul sehari setelah Kementerian Pertahanan Israel menyetujui rencana pemanggilan sekitar 60.000 pasukan cadangan untuk membantu operasi merebut Kota Gaza.
𝗞𝗲𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹
Rencana Israel memperluas pertempuran ke pusat Kota Gaza menuai kecaman internasional. Komite Palang Merah Internasional pada Kamis mengecam langkah tersebut sebagai “tidak dapat ditoleransi”.
Badan-badan kemanusiaan PBB juga memperingatkan potensi “dampak kemanusiaan yang mengerikan” terhadap warga sipil yang sudah kelelahan akibat perang hampir dua tahun. Militer Israel bahkan telah meminta tenaga medis dan lembaga bantuan di Gaza utara untuk bersiap memindahkan peralatan mereka ke wilayah selatan. Namun, Kementerian Kesehatan Gaza menolak seruan tersebut.
“Kami tidak akan menyetujui langkah apa pun yang akan merusak sisa sistem kesehatan setelah penghancuran sistematis yang dilakukan oleh otoritas pendudukan,” tegas pihak kementerian.
𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶𝗳
Penduduk Gaza melaporkan gempuran udara tanpa henti sepanjang malam.
“Rumah berguncang bersama kami sepanjang malam suara ledakan, artileri, pesawat tempur, ambulans, dan teriakan minta tolong membunuh kami,” kata Ahmad al-Shanti kepada AFP.
Seorang warga lainnya, Amal Abdel-Aal, menggambarkan bahwa tidak seorang pun bisa tidur akibat serangan yang terus-menerus. “Langit berkelap-kelip sepanjang malam,” ujarnya.
Laporan wartawan AFP di perbatasan Israel–Gaza menyebutkan jet tempur melancarkan serangan besar ke wilayah utara Kota Gaza pada Kamis sore, memicu ledakan dahsyat dan kepulan asap tebal. Panglima militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan pasukan sudah bergerak di pinggiran Kota Gaza dan lebih banyak tentara akan bergabung dalam waktu dekat.
𝗡𝗲𝗴𝗼𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗻𝗱𝗲𝗿𝗮
Sementara itu, mediator internasional masih menunggu tanggapan resmi Israel atas proposal gencatan senjata terbaru yang diterima Hamas awal pekan ini. Sumber Palestina menyebutkan kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera secara bertahap. Namun, Israel bersikeras bahwa semua tawanan harus dibebaskan sekaligus.
Menurut sumber Hamas dan kelompok Jihad Islam, proposal terbaru berisi pembebasan 10 sandera dan 18 jenazah pada tahap awal, disusul pembebasan sandera lainnya bersamaan dengan perundingan penyelesaian yang lebih luas.
Serangan udara Israel pada Kamis menewaskan sedikitnya 48 orang di berbagai wilayah Gaza, termasuk sejumlah korban di Kota Gaza, demikian laporan Badan Pertahanan Sipil setempat.
Sejak dimulainya agresi hampir dua tahun lalu, lebih dari 62.000 warga Palestina mayoritas perempuan dan anak-anak telah terbunuh akibat serangan Israel. (Bahry)
Sumber: TNA