Staf Khusus Presiden Dorong Batam Bangun KEK UMKM untuk Ekspor

14 hours ago 11
Batam Diusulkan Punya KEK Khusus UMKM Untuk Perluas Pasar Ekspor

AlurNews.com – Batam didorong memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara khusus menampung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta diarahkan untuk memperkuat akses ekspor.

Gagasan tersebut disampaikan Billy Mambrasar, Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, dalam pertemuan bersama pemerintah dan pelaku UMKM di Batam, Rabu (26/8/2026).

Billy mengatakan, KEK UMKM dapat menjadi wadah untuk mempersiapkan pelaku usaha lokal menembus pasar luar negeri. Kawasan tersebut nantinya dapat dilengkapi berbagai kemudahan, mulai dari insentif, layanan kepabeanan ekspor-impor, hingga pelatihan dan pendampingan usaha.

Baca Juga: Gebyar UMKM Batam 2025, 200 Pelaku Usaha Unjuk Inovasi di Engku Putri

“Selama ini kita merayakan besarnya Investasi asing yang masuk batam, dan perkembangan Industri yang luar biasa. Akan tetapi, siapa yang memikirkan Nasib UMKM yang pelaku utamanya adalah Masyarakat Biasa?” ujar Billy dalam kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Ibis Batam.

Menurutnya, pemerintah perlu memberi ruang lebih besar bagi UMKM dalam struktur perekonomian Batam. Ia menilai sektor tersebut memiliki peran penting karena menjadi salah satu penggerak konsumsi masyarakat sekaligus penyerap tenaga kerja.

Billy menyebut pertumbuhan ekonomi Batam selama ini banyak ditopang investasi dan ekspor. Sementara itu, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) berada di kisaran 20–30 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan aktivitas ekonomi yang uangnya berputar di daerah.

“UMKM adalah dari dan oleh Masyarakat. Jadi dalam acara ini saya meminta kepada Pemerintah Provinsi, BP Batam dan Pemerintah Pusat, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, dan Kementerian Perdagangan untuk mengakomodir para pelaku UMKM dalam satu Kawasan khusus dengan tujuan menyiapkan mereka menjadi eksportir, dengan segala kemudahan yang ada,” katanya.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri Riki Rionaldi. Ia menilai konsep KEK UMKM dapat menjadi alternatif untuk memperkuat pengembangan sektor UMKM di Kepri.

“Saya menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Billy Mambrasar, dan ini sebelumnya belum pernah ada yang memikirkan. Selama ini kita mencoba mencari formulasi terbaik untuk mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Kepri dan Kota Batam, dan menurut saya, ini dapat menjadi gagasan terbaik untuk menjawabnya,” ujar Riki.

Berdasarkan data BPS yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Batam memiliki lebih dari 75 ribu UMKM dan sekitar 102 ribu usaha mikro. Sektor tersebut disebut menyerap hingga 156 ribu tenaga kerja dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun per tahun.

Billy menilai angka tersebut masih dapat ditingkatkan apabila pelaku UMKM memperoleh akses yang lebih kuat ke pasar ekspor.

“Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus yang menyiapkan UMKM Kota Batam dan Kepri jadi eksporter, maka perputaran uangnya bisa jauh lebih besar dari angka BPS yang sekarang,” ujarnya.

Selain mendorong ekspor, Billy melihat KEK UMKM berpotensi dikembangkan sebagai kawasan yang menarik kunjungan wisatawan asing, khususnya melalui sektor kuliner dan hospitality.

“Bahkan KEK UMKM ini bisa jadi Pusat kunjungan wisatawan asing, untuk wisata kuliner dan hospitality, asalkan kita Kelola dengan sangat professional dan berkelas dunia,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, serta perwakilan pelaku UMKM. Billy berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian dan koordinasi lintas lembaga sehingga Batam tidak hanya dikenal sebagai pusat industri, tetapi juga menjadi pintu masuk UMKM lokal menuju pasar internasional. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |