PDIP Batam Perkuat Simpul Akar Rumput, Pengurus Diminta Hadir di Tengah Warga

8 hours ago 8
Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – PDI Perjuangan memperkuat jaringan organisasinya hingga tingkat lingkungan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah itu dilakukan dengan membentuk kepengurusan ranting dan anak ranting di Kecamatan Bengkong.

Penguatan struktur tersebut ditandai dengan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) PDI Perjuangan Kecamatan Bengkong sekaligus melantik sebanyak 343 pengurus, Minggu (9/8/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri Soerya Respationo mengatakan konsolidasi di tingkat bawah merupakan bagian dari upaya memastikan organisasi partai tetap bergerak di tengah masyarakat.

Menurut dia, penguatan struktur tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Persiapan 2029, kapan pun itu, PDIP sudah siap. Tapi konsolidasi ini bukan untuk 2029,” jelasnya

Soerya mengatakan keberadaan struktur partai hingga tingkat lingkungan harus diikuti dengan kerja nyata. Setiap kader harusnya mampu memahami dan merespons persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama kelompok yang masih mengalami kesulitan ekonomi dan belum mendapatkan pekerjaan.

“Masuk di partai ini adalah tertawa dan menangis bersama rakyat. Membelanjai masalah bersama rakyat, menampung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Soerya, konsolidasi organisasi menjadi penting agar kerja partai tidak hanya berlangsung di tingkat kecamatan atau kota, tetapi juga menyentuh masyarakat secara langsung.

Dari 12 kecamatan di Kota Batam, Soerya menyebut hanya Kecamatan Galang yang belum menyelesaikan tahapan konsolidasi struktur ranting dan anak ranting.

“PAC sudah, sekarang PAC bersama DPC menyusun kabinet di tingkat ranting,” katanya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bengkong, Udin P Sihaloho mengatakan terdapat 343 pengurus yang disiapkan di empat kelurahan. Jumlah itu terdiri dari 28 pengurus ranting dan 315 pengurus anak ranting.

Udin mengatakan keberadaan pengurus hingga tingkat lingkungan menjadi modal untuk memperkuat komunikasi partai dengan masyarakat.

“Ini menjadi modal kami dari grassroots dalam melakukan konsolidasi partai ke masyarakat,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan pembentukan struktur tersebut bukan hanya untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Untuk 2029 kami sebetulnya belum memikirkan itu. Masih lama. Tapi kami perlu membangun simpul-simpul agar roda partai ini tetap berjalan,” kata Udin.

Selain menjalankan fungsi organisasi dan menyerap aspirasi warga, para pengurus ranting dan anak ranting juga akan diprioritaskan menjadi saksi partai di TPS saat pemilu maupun pilkada.

“Kami akan mengutamakan pengurus ranting dan anak ranting ini menjadi saksi-saksi kita di TPS, baik pada saat pemilu maupun pilkada,” ujarnya. (ib)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |