AlurNews.com – Pengawasan orang tua dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi anak-anak di tengah tingginya penggunaan internet oleh generasi muda.
Peran keluarga diperlukan untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia maya, mulai dari perundungan siber, pornografi, hingga judi online.
Hal itu mengemuka dalam Forum Diskusi Publik bertema “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” yang digelar secara virtual dan menghadirkan pegiat literasi digital dan anggota DPR RI sebagai narasumber, Selasa (23/6/2026).
Anggota DPR RI, Sukamta, mengatakan kemajuan teknologi digital memang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi, terutama bagi anak-anak yang semakin aktif berinteraksi di ruang digital.
“Orang tua perlu memantau dan memahami aktivitas anak-anak di dunia digital, serta membangun dialog yang terbuka agar mereka terdorong memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.
Menurut Sukamta, berbagai persoalan yang ada di dunia nyata kini juga hadir di dunia maya, seperti penipuan, judi online, pinjaman online ilegal, hingga penyebaran konten pornografi. Karena itu, pengawasan dan pendampingan dari keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak.
Sementara itu, Pegiat Literasi Digital Gun Gun Siswandi mengungkapkan anak-anak menjadi kelompok pengguna internet yang sangat dominan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak berusia di bawah 18 tahun, dengan sebagian besar mengakses internet setiap hari.
Ia menilai tingginya aktivitas digital anak harus diimbangi dengan penguatan literasi digital agar internet dapat dimanfaatkan secara positif dan produktif.
“Kondisi ini mengharuskan kita semua untuk melakukan langkah antisipasi agar anak-anak terbebas dari berbagai ancaman di ruang digital,” katanya.
Gun Gun menambahkan, perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan, dan penyelenggara platform digital.
Melalui forum tersebut, masyarakat diajak meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendampingan anak saat berinternet agar ruang digital dapat menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda. (red)

3 hours ago
5


















































