Menag Dorong Penguatan Industri Halal, Target Tembus Pasar Global

1 day ago 9
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri Syariah Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Foto: Kemenag.go.id

AlurNews.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan industri halal nasional melalui perluasan pasar internasional dan perbaikan tata kelola. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri Syariah Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak boleh hanya berfokus pada pasar domestik. Indonesia harus lebih agresif menembus pasar luar negeri, khususnya Timur Tengah dan negara-negara dengan populasi Muslim besar.

“Yang kita capai sekarang ini baru menggarap pasar sendiri. Belum kita garap serius pasar luar negeri,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Ia menyebut sejumlah produk halal Indonesia seperti busana muslim, kosmetik halal, dan farmasi telah masuk pasar global, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Terusan Suez, Jeddah, dan Dubai. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing lebih kuat.

“Estetikanya sudah bagus, kreativitasnya luar biasa. Tinggal kualitas dan daya tahan produknya yang harus kita tingkatkan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut terungkap, Indonesia saat ini menempati peringkat pertama dunia untuk busana Muslim dan peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah Muslim serta kosmetik halal. Capaian itu dinilai menjadi modal kuat untuk memperluas dominasi pasar.

Nasaruddin optimistis kontribusi Indonesia dalam industri halal global dapat meningkat signifikan jika strategi ekspor dan penguatan mutu dijalankan secara konsisten.

“Kalau kita serius menggarap pasar Timur Tengah dan global, capaian kita bisa tiga kali lipat dari sekarang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa industri halal telah berkembang menjadi kebutuhan global lintas negara.

“Di Inggris, Jepang, Thailand, bahkan Amerika, mereka berlomba membuat produk halal. Ini fenomena kemanusiaan, bukan sekadar isu agama,” katanya. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |