Pembukaan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di Batam, Jumat (13/2/2026). Foto: AlurNews.comAlurNews.com – Memasuki Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau memproyeksikan peningkatan signifikan kebutuhan uang tunai seiring menguatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk memastikan kelancaran transaksi, BI Kepri menyiapkan uang layak edar senilai Rp2,9 triliun melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
BI Kepri menilai tingginya mobilitas masyarakat, tradisi berbagi selama Ramadan, serta peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan uang kartal di wilayah kepulauan.
“Ramadan selalu diikuti peningkatan transaksi, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pembayaran THR, hingga aktivitas ekonomi musiman. Kami ingin memastikan kebutuhan itu terlayani dengan baik,” ujar Kepala Perwakilan BI Kepri, Ronny Widijarto saat pembukaan SERAMBI 2026 di Batam, Jumat (13/2/2026).
Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, BI Kepri mengoperasikan kas keliling di tujuh titik strategis, termasuk kawasan pusat keramaian dan masjid besar. Selain itu, layanan penukaran terpadu bersama perbankan akan digelar di One Batam Mall pada 9–10 Maret 2026.
BI Kepri juga menggandeng 15 bank umum guna memperluas jangkauan penukaran uang hingga ke pulau terluar. Masyarakat juga dapat melakukan pemesanan penukaran secara daring, melalui aplikasi PINTAR milik BI untuk memilih lokasi dan waktu layanan secara terjadwal.
“Kami juga menaikkan batas maksimal penukaran uang per orang menjadi Rp5,3 juta, dari sebelumnya Rp4,3 juta. Kebijakan tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi selama hari raya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman menilai langkah BI krusial dalam menjaga kelancaran peredaran uang, terutama saat Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Perputaran uang saat puasa sangat tinggi. Tradisi THR dan kebutuhan konsumsi membuat uang tunai masih dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan penukaran uang hanya melalui lembaga resmi guna menghindari risiko peredaran uang palsu, serta memanfaatkan layanan perbankan yang tersedia hingga ke wilayah terpencil.
“Melalui SERAMBI 2026, BI Kepri berharap stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga dan aktivitas ekonomi Ramadan di Kepulauan Riau dapat berlangsung lancar, aman, dan merata,” jelasnya. (Nando)

11 hours ago
5
















































