KABARKALIMANTAN1, Palangka Raya – Menjelang Idul Fitri 1446 H, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kalteng, Junaidi, S.Ag, melakukan serangkaian kunjungan ke empat titik vital transportasi di Kalimantan Tengah. Kunjungan ini mencakup Bandara Tjilik Riwut, Terminal W.A. Gara, Pos Polisi Bundaran Besar, dan Pos Polisi Bukit Rawi guna memastikan kesiapan infrastruktur, layanan, serta keamanan bagi para pemudik.
Junaidi memulai tinjauannya di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sebagai gerbang utama penerbangan di Kalimantan Tengah. Ia berdialog dengan pihak pengelola bandara serta maskapai penerbangan terkait kesiapan layanan tambahan, pengecekan fasilitas keselamatan, serta antisipasi lonjakan penumpang.
“Kami ingin memastikan bahwa bandara siap menghadapi lonjakan penumpang, baik dari segi operasional maupun pelayanan. Kenyamanan dan keselamatan pemudik harus menjadi prioritas,” ujar Junaidi. Pihak bandara sendiri telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk peningkatan jumlah petugas serta layanan khusus bagi lansia, wanita, dan anak-anak.
Setelah dari bandara, Junaidi melanjutkan kunjungannya ke Terminal W.A. Gara, yang menjadi pusat transportasi darat bagi pemudik di Palangka Raya dan sekitarnya. Ia mengecek kesiapan armada bus dan angkutan umum, memastikan kelayakan kendaraan, serta berbincang dengan pengemudi dan penumpang terkait tarif serta layanan terminal.
“Kami ingin memastikan bahwa semua kendaraan dalam kondisi prima, tidak ada lonjakan tarif yang memberatkan masyarakat, serta terminal siap melayani dengan baik,” kata Junaidi. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28 hingga 30 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung antara 5 hingga 7 April 2025.
Sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran arus mudik, Junaidi juga meninjau dua pos pengamanan Lebaran, yakni Pos Polisi Bundaran Besar dan Pos Polisi Bukit Rawi. Di dua lokasi ini, ia berdialog dengan petugas kepolisian terkait kesiapan dalam mengatur lalu lintas dan menangani kondisi darurat di jalur mudik.
“Kita ingin memastikan bahwa pos pengamanan ini berfungsi optimal, petugas dalam kondisi siap, serta ada koordinasi yang baik dengan instansi terkait untuk kelancaran arus mudik,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa Operasi Ketupat 2025 telah dimulai sejak 23 Maret dan akan berlangsung hingga 8 April untuk memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan pemudik. Rekayasa lalu lintas, penempatan petugas di titik rawan kemacetan, serta layanan bantuan di sepanjang jalur mudik telah disiapkan.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, Junaidi berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, serta dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa kendala berarti. (ADM)