AlurNews.com – PT Pelindo Regional 1 Tanjung Balai Karimun dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun memastikan penerapan sistem pembayaran pass non tunai (cashless) di Pelabuhan Domestik berjalan fleksibel dengan tetap menyediakan layanan manual.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah memfasilitasi kelancaran aktivitas di area pelabuhan bagi masyarakat yang masih dalam tahap adaptasi terhadap ekosistem digital.
Sebelumnya, penerapan pembayaran pass cashlees ini sempat dikeluhkan masyarakat. Bahkan, terdapat anggota DPRD Karimun yang ikut menyuarakan keluhan tersebut.
Kepada AlurNews, General Manager PT Pelindo Regional 1 Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama menyebut, sebagai solusi konkret, petugas telah disiagakan untuk memandu dan melayani penumpang yang melakukan pembayaran pass pelabuhan secara tunai.
“Karena ini transisi bertahap, kami tetap menerima pembayaran secara tunai, ada petugas yang akan membantu. Selain itu kami akan tambah petugas di lapangan berikut alat ADC dan mejanya di loket sebagai antisipasi antrean yang memanjang,” ungkap Joni, Selasa (16/6/2026).
Di samping itu, Joni turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang terkait transisi penerapan pembayaran pass pelabuhan secara cashless ini.
Kendati begitu, Joni menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan kenyamanan dan kelancaran di area pelabuhan, dengan tetap fleksibel dalam penerapan aturan tersebut.
”Apa lagi untuk lansia dan disabilitas, tentu sedikit kesulitan kalau non tunai. Untuk itu petugas kami dan teman-teman dari BUP Karimun senantiasa membantu yang ingin tunai dengan menggunakan kartu yang sudah tersedia di petugas,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama BUP Karimun, Liza Bharlyantie Hilsya mengatakan bahwa pihaknya bersama PT Pelindo akan terus melakukan evaluasi pasca penerapan pembayaran pass pelabuhan dengan cashless.
Liza juga telah meminta setiap petugas untuk senantiasa melakukan monitor dan koordinasi jika menemukan kendala atau kesulitan di lapangan.
“Petugas operasional sudah diminta untuk memantau antrean. Jika terlalu ramai dan padat, maka segera laporkan agar langsung diambil langkah atau tindakan di lapangan,” tuturnya. (Andre)

18 hours ago
8


















































