AlurNews.com – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, meminta agar kudapan khas Melayu menjadi sajian wajib dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Langkah ini diharapkan menjadi upaya nyata melestarikan kuliner tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Komitmen tersebut disampaikan Lis saat membuka Lomba Kuliner Kudapan Cita Rasa Melayu di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Tanjungpinang, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Kepri Malay Food Festival 2025, Hadirkan 58 Kuliner Melayu
Menurut Lis, kudapan khas Melayu bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Ia menyebut Pemko Tanjungpinang akan terus mendorong hilirisasi dan promosi produk kuliner lokal.
“Kudapan ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita kenalkan kepada generasi muda. Setelah hari ini, setiap kegiatan yang menyuguhkan kudapan, wajib ditonjolkan kudapan khas Melayu,” harap Lis, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Ia mengatakan, kuliner tradisional juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Berbagai kudapan Melayu dapat dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM sekaligus oleh-oleh khas Tanjungpinang.
Lis juga mengajak pelaku usaha, khususnya hotel, restoran, dan sektor pariwisata, ikut memperkenalkan makanan tradisional Melayu kepada wisatawan.
“Kita memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, seperti bingke ubi, kue jongkong, pendaram, pulut sambal, dan berbagai makanan khas lainnya yang tidak hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat Melayu,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Lis mengapresiasi seluruh peserta lomba yang telah berpartisipasi melestarikan kuliner tradisional melalui inovasi dan kreativitas.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai destinasi wisata kuliner Melayu di Kepulauan Riau.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal yang berkelanjutan, agar Tanjungpinang dikenal sebagai Kota Kuliner Melayu di Kepulauan Riau,” harapnya. (red)

6 hours ago
3


















































