KJRI Johor Bahru Pulangkan 217 WNI dari Malaysia, Ada Bayi hingga PMI Sakit

5 hours ago 2
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru kembali memfasilitasi pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru kembali memfasilitasi pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Sebanyak 217 orang dipulangkan dalam dua tahap pada 25 dan 27 April 2026.

Pemulangan dilakukan melalui dua jalur, yakni dari Pelabuhan Melaka menuju Dumai dan dari Stulang Laut menuju Batam. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan WNI di luar negeri, khususnya mereka yang menghadapi persoalan keimigrasian dan sosial.

Ketua Satgas KJRI Johor Bahru, Jati Winarto mengatakan bahwa proses pemulangan tidak sekadar administratif, tetapi juga menyangkut sisi kemanusiaan.

“Kami memahami bahwa di balik angka-angka ini, ada kisah-kisah kemanusiaan yang harus dihormati. Setiap pemulangan bukan sekadar proses administratif, tapi awal dari reintegrasi dan harapan baru,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Dari total 217 orang, terdiri atas 123 laki-laki, 90 perempuan, serta empat anak-anak. Mereka sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Aceh.

Para WNI/PMI tersebut sebelumnya ditahan di sejumlah depo imigrasi Malaysia, yakni Depo Tahanan Imigresen (DTI) Machap Umboo di Melaka sebanyak 147 orang, DTI Pekan Nenas di Johor sebanyak 62 orang, serta delapan orang dari Tempat Singgah Sementara KJRI Johor Bahru.

Pemulangan tahap pertama dilakukan pada 25 April 2026 dengan memberangkatkan 150 orang dari Terminal Feri Melaka menggunakan kapal MV Indomal Dynasty. Sementara tahap kedua berlangsung pada 27 April 2026 dengan 62 orang diberangkatkan dari Pelabuhan Stulang Laut menggunakan kapal Citra Legacy 5 menuju Batam.

Dalam rombongan tersebut, terdapat tiga PMI yang dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan lanjutan setibanya di Indonesia. Selain itu, terdapat seorang anak terlantar yang dipulangkan setelah ibunya meninggal dunia di Johor Bahru.

Tak hanya itu, seorang bayi berusia empat bulan yang lahir di Malaysia juga turut dipulangkan bersama ibunya yang telah menyelesaikan masa tahanan. KJRI memberikan pendampingan khusus untuk memastikan proses kepulangan berjalan aman dan bermartabat.

Sebanyak 122 dari total WNI/PMI yang dipulangkan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena tidak memiliki dokumen kependudukan lengkap.

“KJRI Johor Bahru terus berupaya mempercepat penerbitan dokumen bagi WNI yang membutuhkan, meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan,” jelasnya.

KJRI juga mengimbau para calon pekerja migran Indonesia untuk mematuhi prosedur resmi dan ketentuan hukum yang berlaku di negara tujuan, guna menghindari masalah hukum hingga deportasi.

Hingga akhir April 2026, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 1.946 WNI/PMI dari Malaysia. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk otoritas imigrasi Malaysia dan instansi terkait di Indonesia.

“Kolaborasi ini adalah fondasi dari setiap kepulangan yang aman, tertib, dan penuh martabat. Kami akan terus berdiri di garis depan, melindungi setiap anak bangsa yang jauh dari rumah,” jelasnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |