Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memperkuat upaya pencegahan TPPO dan Tindak Pana Penyelundupan Manusia TPPM dengan membentuk Desa Binaan Imigrasi di RW 23, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Selasa (9/6/2026). (Foto: Imigrasi Batam)
Imigrasi Batam Bentuk Desa Binaan di Tanjungsengkuang, Warga Dilibatkan Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia
AlurNews.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pana Penyelundupan Manusia (TPPM) dengan membentuk Desa Binaan Imigrasi di RW 23, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Selasa (9/6/2026).
Program ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengawasan keimigrasian, khususnya di wilayah pesisir yang dinilai rentan menjadi jalur berbagai kejahatan transnasional.
Peresmian Desa Binaan Imigrasi dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Batuampar, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta personel TNI dan Polri.
Kepala Kantor Imigrasi Batam mengatakan, Tanjungsengkuang dipilih karena memiliki posisi strategis di kawasan pesisir yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan TPPO dan TPPM.
“Pembentukan Desa Binaan Imigrasi merupakan langkah nyata dalam memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat. Tanjung Sengkuang memiliki letak yang strategis sehingga masyarakat di wilayah ini diharapkan dapat menjadi mitra Imigrasi dalam mendeteksi secara dini berbagai indikasi tindak pidana perdagangan orang maupun penyelundupan manusia,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada kejahatan lintas negara.
Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Batam juga menggelar sosialisasi keimigrasian yang membahas berbagai modus operandi yang kerap digunakan pelaku TPPO dan TPPM.
Warga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali indikasi kejahatan, prosedur pelaporan, hingga pentingnya membangun pengawasan berbasis komunitas.
Camat Batuampar menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dijalankan Imigrasi Batam. Ia menilai program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman perdagangan orang dan penyelundupan manusia.
“Program ini tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” katanya. (Nando)

2 hours ago
2

















































