Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Bridging IGIC 2026 di Islamic Center Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (25/4/2026). Foto: Kemenag.go.idAlurNews.com – Indonesia akan menjadi tuan rumah perdana penyelenggaraan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, forum internasional yang mempertemukan para imam masjid dari berbagai negara.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Masjid Istiqlal dan Islamic Center Palembang.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan konferensi ini ditargetkan diikuti sekitar 500 imam dari berbagai belahan dunia. Salah satu hasil utama yang diharapkan ialah lahirnya deklarasi internasional yang menegaskan komitmen perdamaian global.
“Kita ingin menunjukkan bahwa dari Indonesia, lahir gagasan keagamaan yang damai, toleran, dan relevan bagi dunia,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Bridging IGIC 2026 di Islamic Center Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (25/4/2026), dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.
Menurut Nasaruddin, IGIC 2026 dirancang sebagai ruang dialog yang menghubungkan kepemimpinan keagamaan tingkat lokal dengan dinamika global. Peran imam dinilai tidak hanya terbatas di lingkungan ibadah, tetapi juga memiliki kontribusi dalam menjawab tantangan sosial dan kemanusiaan.
“Kita ingin membangun jembatan keagamaan. Imam di Indonesia tidak hanya berperan di ruang ibadah, tetapi juga menjadi pemimpin peradaban yang mampu menjawab tantangan global,” katanya.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kekuatan besar melalui jaringan masjid yang tersebar luas. Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), terdapat lebih dari 740 ribu masjid dan mushala di seluruh Indonesia, yang dikelola jutaan tokoh agama di tingkat komunitas.
“Ini potensi luar biasa. Imam adalah garda terdepan dalam membentuk cara pandang umat,” jelasnya.
Selain menjadi pusat ibadah, masjid juga didorong berfungsi sebagai ruang edukasi, penguatan ekonomi umat, dan sarana memperkuat harmoni sosial. Karena itu, para imam dinilai perlu meningkatkan kapasitas, termasuk dalam penguasaan teknologi dan wawasan kebangsaan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, berharap forum tersebut memberi dampak positif terhadap penguatan toleransi dan kebersamaan di masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini membawa dampak nyata dalam memperkuat harmoni, kedamaian, dan keberkahan di Kalimantan Timur,” ujarnya. (red)

6 hours ago
6

















































