AlurNews.com – Sariawan kerap menjadi keluhan yang muncul saat menjalani ibadah puasa. Luka kecil pada jaringan lunak di dalam mulut seperti bibir, pipi bagian dalam, lidah, gusi, hingga langit-langit mulut dapat menimbulkan rasa perih dan membuat aktivitas makan maupun minum menjadi tidak nyaman.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai stomatitis aftosa. Meski penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, sariawan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti luka akibat tergigit, penggunaan sikat gigi yang terlalu keras, hingga reaksi terhadap makanan tertentu.
Selama berpuasa, beberapa kebiasaan juga dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan. Di antaranya kekurangan asupan vitamin B12, folat, dan zat besi, kondisi mulut kering akibat kurangnya cairan, serta kebersihan mulut yang kurang terjaga.
Dilansir laman Hellosehat, konsumsi makanan asam, pedas, atau bertekstur keras saat sahur maupun berbuka juga dapat memicu iritasi pada jaringan mulut.
Meski demikian, sariawan tetap dapat diatasi dengan beberapa langkah sederhana tanpa harus mengganggu ibadah puasa. Salah satunya dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin, seperti menyikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut serta membersihkan lidah untuk mengurangi penumpukan bakteri.
Selain itu, penggunaan obat kumur antiseptik setelah sahur dan berbuka juga dapat membantu mengurangi bakteri di rongga mulut. Untuk meredakan nyeri, penderita dapat mengoleskan gel sariawan yang mengandung bahan pereda nyeri atau antiinflamasi secara langsung pada luka.
Jika rasa perih terasa mengganggu, kompres dingin menggunakan kapas yang dibasahi air dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan pada sariawan.
Saat berbuka puasa, penting pula memilih makanan yang tidak memicu iritasi. Hindari makanan pedas, asam, atau terlalu keras. Sebagai gantinya, pilih makanan bertekstur lembut seperti sup ayam, bubur, atau kacang hijau agar tidak memperparah luka di mulut.
Asupan nutrisi yang cukup juga berperan penting dalam mempercepat proses penyembuhan. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, seperti telur, ikan tuna, daging sapi, atau susu rendah lemak dapat membantu pemulihan jaringan mulut.
Selain itu, menjaga kecukupan cairan selama puasa juga tidak kalah penting. Untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat dapat menerapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas antara makan malam hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.
Dengan perawatan yang tepat, sariawan umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Namun jika luka tidak kunjung sembuh atau sering kambuh, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (red)

10 hours ago
7

















































