Simposium Estetika Medis di Batam Perkuat Peluang Wisata Wellness

9 hours ago 9
Simposium Estetika Medis BatamKetua Perdesti Kepri dr Daicy, M.Biomed (AAM) saat bertemu dengan Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata untuk membahas Simposium Estetika Medis. Foto: Disbudpar Batam

AlurNews.com – Batam kembali didorong menjadi destinasi wisata berbasis kesehatan melalui penyelenggaraan simposium estetika medis yang digelar Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia (Perdesti) Kepulauan Riau.

Kegiatan bertajuk Sustainable Innovation in Integrative Aesthetics & Anti-Aging itu dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Hotel Radisson Batam dan dinilai mampu memperkuat peluang Batam berkembang sebagai pusat wisata wellness di kawasan regional.

Simposium tersebut diperkirakan diikuti 150 hingga 200 peserta dari kalangan dokter umum, praktisi estetika, hingga mahasiswa kedokteran. Forum ilmiah ini menghadirkan pembahasan mengenai inovasi estetika medis, teknologi anti-aging, serta aspek etika dan hukum dalam praktik profesional.

Ketua Perdesti Kepulauan Riau, dr Daicy, M.Biomed (AAM), mengatakan kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas tenaga medis di tengah pertumbuhan industri estetika yang terus berkembang.

“Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat pengembangan ilmu estetika medis yang berkelanjutan sekaligus menjawab pesatnya perkembangan industri kecantikan dan anti-aging di Indonesia,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, dokter estetika kini dituntut tidak hanya menguasai teknik tindakan medis, tetapi juga memahami pengelolaan klinik, regulasi, serta standar pelayanan profesional.

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mengikuti sesi simposium yang menghadirkan pembicara nasional dengan materi seputar teknologi estetika, presisi klinis, hingga aspek legalitas profesi. Selain itu, tersedia workshop hands-on untuk pelatihan teknik injeksi dan kombinasi tindakan estetika dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai kegiatan ilmiah seperti ini dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis kesehatan.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini karena sejalan dengan upaya pengembangan pariwisata berkualitas di Kota Batam. Ke depan, kami mendorong agar Batam tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata belanja dan leisure, tetapi juga berkembang menjadi pusat wisata wellness dan layanan estetika medis yang berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Ardiwinata, pengembangan wisata wellness membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan pelaku industri agar tercipta layanan yang aman serta memenuhi standar internasional.

“Untuk mewujudkan Batam sebagai pusat wisata wellness, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga medis profesional, dan pelaku industri,” katanya.

Melalui simposium ini, Batam diharapkan tidak hanya menjadi lokasi kegiatan ilmiah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai destinasi layanan kesehatan dan estetika medis yang kompetitif. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |