OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital

14 hours ago 11
OJK perkuat ketahanan siber industri keuangan digital. (Foto: OJK)

AlurNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional di tengah meningkatnya ancaman serangan digital yang kian kompleks dan berisiko terhadap stabilitas sistem keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso menegaskan bahwa keamanan siber kini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan menjadi fondasi utama keberlangsungan industri keuangan digital.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Dalam ekosistem yang semakin terhubung, satu insiden siber tidak hanya berdampak pada satu institusi, tetapi dapat memengaruhi reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem secara keseluruhan,” ujar Adi dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, industri keuangan digital perlu mengubah pendekatan dari compliance-based security menjadi resilience-based security.

Artinya, keamanan siber tidak cukup hanya dipenuhi sebagai kewajiban regulasi, tetapi harus menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen.

“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus berjalan seiring dengan kekuatan pengamanan,” kata Adi.

Ia menambahkan, tanpa sistem keamanan yang memadai, inovasi justru berpotensi menjadi sumber kerentanan baru bagi masyarakat maupun industri.

Karena itu, OJK mendorong seluruh penyelenggara IAKD untuk menempatkan keamanan siber sebagai investasi strategis guna menjaga kredibilitas layanan dan meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Selain penguatan teknologi, OJK juga menaruh perhatian besar pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai lini pertahanan pertama menghadapi ancaman siber.

Dalam workshop yang digelar bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menyoroti pentingnya konsep human firewall.

Konsep ini menempatkan karyawan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah ancaman siber, seperti serangan phishing maupun malware, melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran keamanan digital.

“Human firewall menjadi sangat penting karena banyak serangan siber bermula dari kelengahan manusia,” ujarnya.

Mayoritas peserta workshop merupakan jajaran direksi dari penyelenggara IAKD. Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden siber.

OJK juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan digital nasional.

Sinergi dengan BSSN akan terus diperkuat, termasuk koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, asosiasi industri, serta pelaku usaha.

Pendekatan terpadu ini dinilai penting karena ancaman siber tidak mengenal batas sektor maupun yurisdiksi.

Sementara itu, Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia OJK, Irnal Fiscallutfi menyebut workshop ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan industri secara menyeluruh.

“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, menyelaraskan pemahaman terhadap profil risiko siber, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons insiden siber secara efektif dan terstruktur,” katanya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |