PT Tridaya Setya Lestaru Sejahtera atau Tridaya Group melakukan sosialisasi pra tambang bagi masyarakat Desa Layang, Kelurahan Sawang dan sekitarnya. (Foto: AlurNews) AlurNews.com – PT Tridaya Setya Lestaru Sejahtera atau Tridaya Group melakukan sosialisasi pra tambang bagi masyarakat Desa Layang, Kelurahan Sawang dan sekitarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Karimun, Ady Hermawan, Anggota DPRR Karimun, Camat, Lurah, Kapolsek, Jaksa hingga Danramil.
Di depan masyarakat, perusahaan memaparkan beberapa fakta yang selama ini menjadi isu yang dimanfaatkan beberapa oknum tidak bertanggung jawab, mengenai permasalahan lahan.
”Tridaya dan PT.Laras bekerjasama dalam konsep swakelola. Pemilik lahan adalah PT Laras, dan kami sebagai pengelola. Dulu, ada 24 kelompok tani yang meminjam pakai lahan dengan perjanjian, dan dalam poin tersebut dituliskan jika suatu saat perusahaan selaku pemilik lahan ingin menggunakan lahannya Kembali, maka pihak peminjam dengan sukarela mengembalikan,” jelas Komisaris Tridaya Group, Edy Purba, Minggu (31/5/2026).
Lebih lanjutnya lagi, namun masih ada beberapa oknum yang tidak bersedia dengan berbagai alasan, dan menurutnya Inilah yang digiring sebagai issue penolakan.
”Pihak perusahaan mendapat informasi jika ada beberapa oknum yang telah memindah tangankan kuasa pinjam lahan kepada pihak lain tanpa persetujuan PT Laras, bahkan, ada yang di informasikan telah menjual lahan milik perusahaan,” tutur Edy Purba.
”Bahkan, ada informasi yang menyatakan jika beberapa oknum ini telah menjual belikan kepada pihak lain dan jika perusahaan mengambil lahannya, pasti oknum-oknum ini akan bermasalah,” lanjutnya.
Kata Edy, indikasi “penolakan” tambang atas dasar merusak lingkungan hanya alibi untuk menutupi permasalahan sesungguhnya dan ia berharap masyarakat tidak terprovokasi.
”Kami selalu mengikuti regulasi sesuai perundang-undangan yang berlaku dan terbuka terkait permasalahan pajak atau retribusi daerah dan kami tidak anti kritik, oleh sebab itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan DPRD, serta aparatur pemerintahan dan penegak hukum,” terangnya.
Ia menuturkan, hal tersebut sebagai bentuk komitment perusahaan dalam transparansi management lingkungan dan CSR.
”Kami memiliki program beasiswa penuh bagi 10 orang anak-anak yang tidak mampu, berprestasi dan yatim-piatu di zona I, II dan III. Semuanya gratis, uang kuliah, kost dan uang makan. Anak-anak cukup fokus kuliah” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Karimun, Ady Hermawan menjelaskan bahwa, Tridaya group telah melakukan terobosan baru dalam dunia pertambangan dalam hal keterbukaan publik dan patut dicontoh oleh perusahaan lain yang masuk ke Kabupaten Karimun.
”Saya rasa, Tridaya inilah yang telah mengubah konsep dalam transparansi publik soal CSR, retribusi serta dampak lingkungan hidup secara gamblang, tidak banyak perusahaan yang mau mengajak DPRD untuk ikut mengawasi setiap proses terlebih soal target PAD dalam bentuk retribusi daerah,” katanya.
”Jika dengan regulasi SIPB saja bisa menyumbang PAD hingga Rp24 miliar, maka, ini bisa menjadi acuan kami untuk evaluasi perusahaan yang jauh lebih besar produksi serta luasan lahannya,” terangnya.
Tidak hanya transparansi, Ady Hermawan juga mengapresiasi program CSR pendidikan S1 penuh secara gratis. Hal ini tentunya menjadi “pukulan” bagi perusahaan besar maupun BUMN yang telah lama mengeruk kekayaan alam Karimun, baik di darat dan dilaut.
”Ini sangat-sangat baik. 10 orang putra-putri sawang, kundur pada umumnya, bisa berkesempatan menempuh pendidikan sarjana, secara penuh dan gratis. Jika sekelas perizinan SIPB saja Tridaya bisa, mengapa selama ini perusahaan besar tidak mampu?, jadi saya rasa, tidak adalagi dasar untuk mendukung selama perusahaan ini mengikuti regulasi yang berlaku,” tuturnya..
Usai mendengarkan pemaparan dari pihak perusahaan, kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh Edy purba selaku Komisaris. Dan, kemudian dilakukan penyerahan bantuan pra produksi terhadap warga serta kelompok nelayan yang terdampak langsung di zona I.
Lima KUB Nelayan penerima bantuan pra produksi, yakni Layang baru, Putra Layang, Pulau Pandai Sejahtera, Dewi Fortuna, serta nelayan pesisir. Dengan total penerima 173 orang.
Kegiatan explorasi direncanakan berlangsung diawal Juni 2026 dengan target produksi akhir tahun mencapai 300.000 Ton pasir darat yang menarget pansa pasar Batam dan sekitarnya. (Andre)

15 hours ago
8

















































