Pertamina Dorong Tenun Ulos Naik Kelas, Galeri di Samosir Berdayakan 70 Penenun Lokal

5 hours ago 7
Pertamina dorong tenun Ulos naik kelas. (Foto: Pertamina Patra Niaga Sumbagut)

AlurNews.com – Tenun ulos tak lagi hanya identik dengan kain adat yang dikenakan dalam upacara tradisional masyarakat Batak. Di tangan para perajin muda di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kain warisan budaya itu kini berkembang menjadi produk fesyen kasual hingga aksesori yang diminati generasi muda.

Transformasi tersebut dilakukan Sakkamadeha Gallery and Workshop, sebuah usaha tenun ulos yang berlokasi di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Melalui dukungan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, usaha berbasis budaya lokal itu kini mampu memberdayakan sekitar 70 penenun lokal.

Nama Sakkamadeha sendiri berasal dari bahasa Batak yang berarti “Pohon Kehidupan”. Filosofi itu menjadi semangat usaha yang dirintis Stella Florensia Hutajulu bersama timnya agar budaya lokal tetap hidup sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda,” kata Stella dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Sejak menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada 2020, Sakkamadeha terus berkembang. Para penenun yang terlibat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, anak muda, hingga perajin dari luar daerah.

Saat ini, Sakkamadeha memiliki tiga unit usaha utama, yakni sentra produksi tenun, galeri penjualan produk, dan rumah jahit. Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari kain ulos tradisional hingga pakaian modern berbahan tenun.

Harga kain tenun dijual mulai Rp300.000 hingga Rp2 juta, sedangkan produk jadi seperti kaos dibanderol mulai Rp50.000 dan kemeja hingga Rp500.000.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan dukungan terhadap Sakkamadeha merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan UMKM berbasis budaya lokal.

“Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi berkelanjutan. Ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung dan memajukan UMKM berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Selain pembinaan usaha, Pertamina juga mendorong perluasan pasar melalui keterlibatan Sakkamadeha dalam berbagai pameran dan ajang nasional, termasuk event F1 Powerboat atau F1H2O di Danau Toba.

Di tengah perkembangan tren digital, Sakkamadeha juga aktif memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. Melalui akun Instagram dan Facebook @Sakkamadeha, mereka rutin melakukan promosi dan siaran langsung untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Stella berharap dukungan tersebut dapat membantu produk tenun lokal semakin dikenal hingga pasar internasional.

“Kami berharap usaha ini terus berkembang dan membawa produk lokal semakin dikenal, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga hingga pasar global,” kata dia. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |