Meski WFH, Kemenag Jamin Layanan Publik Tetap Optimal

6 hours ago 6
cinta kasih natal 2024Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag.go.id

AlurNews.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan layanan publik di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tetap berjalan optimal meski Aparatur Sipil Negara (ASN) menerapkan skema work from home (WFH) setiap hari Jumat.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Nasaruddin, Kamis (2/4/2026), dikutip Kemenag.go.id.

Instruksi ini berlaku untuk seluruh satuan kerja Kemenag di pusat maupun daerah. Pimpinan satker diberi kewenangan mengatur teknis pelaksanaan WFH sesuai kebutuhan, namun tetap wajib memastikan layanan esensial tetap berjalan.

Layanan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pencatatan nikah, legalisasi buku nikah, dan layanan keagamaan lainnya, diminta tetap tersedia dan mudah diakses.

Untuk menjaga kualitas layanan, Kemenag mendorong pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi sistem pelayanan.

“Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain itu, Kemenag menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat tetap mendapatkan kepastian layanan, baik secara daring maupun luring.

“Keterbukaan informasi menjadi kunci. Masyarakat harus mendapatkan kepastian layanan, meskipun ada penyesuaian sistem kerja,” tandasnya.

Kemenag juga mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memastikan layanan tetap inklusif dan ramah bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

Di sisi lain, Nasaruddin turut mendorong penerapan budaya kerja adaptif yang sejalan dengan efisiensi energi, mulai dari pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga optimalisasi rapat daring.

“Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong pola hidup yang lebih hemat energi. Pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari solusi agar pekerjaan tetap berjalan optimal,” ujarnya. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |