Dua Siklon Tropis Pengaruhi Kepri, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

20 hours ago 6
peringatan dini BPBD KepriIlustrasi: Gelombang laut. Foto: Freepik.com

AlurNews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 28–30 November 2025.

Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam melaporkan adanya pengaruh dua siklon tropis yang memicu peningkatan aktivitas cuaca di wilayah Kepri.

BMKG mencatat Siklon Tropis “SENYAR” di Selat Malaka dan Siklon Tropis “KOTO” di Laut Cina Selatan menciptakan konvergensi massa udara yang memperkuat pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko hujan lebat disertai angin kencang, banjir, tanah longsor, serta gelombang tinggi terutama di perairan Natuna dan Anambas.

BPBD Kepri meminta BPBD kabupaten/kota memperketat pemantauan cuaca, mempercepat penyebaran informasi peringatan dini, dan menyiapkan langkah penanganan darurat selama periode cuaca ekstrem.

Kepala BPBD Kepri, Muhammad Hasbi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Siklon tropis di sekitar wilayah Kepri memperkuat pembentukan awan hujan dan memicu angin kencang. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di lokasi rawan banjir, longsor, dan kawasan pesisir,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025), dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Hasbi menegaskan adanya potensi gelombang tinggi di wilayah Natuna dan Anambas yang dapat membahayakan pelayaran.

“Aktivitas pelayaran harus benar-benar memperhatikan kondisi cuaca. Bila tidak mendesak, sebaiknya perjalanan laut ditunda terlebih dahulu sampai situasi lebih aman,” katanya.

Ia menambahkan bahwa BPBD kabupaten/kota telah diminta menyiapkan kemungkinan penetapan status siaga bencana jika kondisi lapangan memburuk. Masyarakat juga diminta menghindari area yang rawan saat hujan lebat, seperti di bawah pohon besar atau wilayah dengan lereng curam, serta terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

Hasbi menekankan agar masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi risiko. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada.

“Pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi, dan segera laporkan kepada petugas jika terjadi peristiwa yang berpotensi membahayakan,” kata dia. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |