AlurNews.com – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2025 tumbuh 6,94 persen secara tahunan. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional dan menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang kinerja sektor unggulan, terutama industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,94 persen pada 2025 menunjukkan bahwa struktur ekonomi semakin kuat dan resilien. Industri pengolahan, pertambangan, serta investasi yang terus tumbuh menjadi motor utama, didukung konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ujar Rony saat ditemui di Kantor BI Kepri, Selasa (3/3/2026).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan ekspor dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. Konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi penopang stabilitas permintaan domestik.
Rony menjelaskan, pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 yang berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir turut memperkuat fondasi ekonomi daerah. Pada 2020, ekonomi Kepri sempat terkontraksi akibat pandemi, namun tren pemulihan terus berlanjut hingga mencapai pertumbuhan solid pada 2025.
“Kepri mampu bangkit dari tekanan pandemi dan kini berada pada fase ekspansi yang lebih berkualitas, dengan kontribusi ekspor dan investasi yang semakin besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah faktor pendorong turut menopang kinerja ekonomi daerah, antara lain kebijakan moneter yang lebih akomodatif seiring inflasi yang melandai, peningkatan aktivitas pertambangan migas, implementasi hilirisasi, serta berlanjutnya investasi di kawasan strategis.
Meski demikian, Rony mengingatkan adanya risiko global yang perlu diantisipasi, terutama terkait gejolak geopolitik dan dinamika perdagangan internasional.
“Penguatan daya saing dan diversifikasi ekonomi menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya. (Nando)

1 hour ago
1


















































