Cerita Mudik Penumpang Pelni Batam, Tertipu Tiket Palsu dan Batal Berangkat Karena Tidak Dapat Cuti

5 days ago 20
Portal Buletin News Siang Viral Non Stop
Sanusi (kaos merah) menjadi korban penipuan pembelian tiket kapal Pelni lewat Facebook saat ditemui wartawan di Pelabuhan Bintang 99. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Memasukki puncak arus mudik Idul Fitri 2025 beragam cerita muncul dari para calon penumpang yang menggunakan jasa PT Pelayaran Indonesia (Pelni). Seperti yang terpantau di Pelabuhan Bintang 99, Jumat (28/3/2025) pagi dimana beberapa penumpang mengaku telah membeli tiket palsu, dan ada yang terpaksa membatalkan keberangkatan nya walau telah memiliki tiket.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Sanusi, perantau asal Jawa Tengah yang bekerja di Kabupaten Karimun. Ditemui di bagian gerbang masuk pelabuhan, Sanusi dan anak lelakinya kini tampak bingung setelah menjadi korban penipuan penjualan tiket di media sosial.

Sanusi yang tiba di Batam dari Kabupaten Karimun pada pagi hari ini, mengaku mendapat tiket setelah melihat iklan yang menawarkan tiket di Facebook.

“Saya mau berangkat ke Jakarta, jadwal berangkat sekitar jam 13.00 WIB. Tapi sekarang bingung karena barcode tiket saya palsu, baru tahu setelah tadi scan sebelum masuk ke bagian ruang tunggu,” jelas Sanusi saat ditemui di kawasan Pelabuhan Bintang 99 Batuampar.

Untuk diketahui jadwal pelayanan arus mudik pada, Jumat (28/3/2025), PT Pelni melayani para calon penumpang untuk rute Batam – Medan dengan menggunakan KM Kelud dengan waktu keberangkatan pukul 11.00 WIB, dan rute Batam – Jakarta dengan menggunakan KM Nggapulu dengan waktu keberangkatan pukul 13.00 WIB

Sanusi mengaku tergoda dengan tawaran tiket di media sosial, dikarenakan kerap tidak mendapatkan tiket Pelni baik melalui aplikasi, maupun melalui website resmi.

Selain itu, pelaku penipuan juga disebut sangat meyakinkan dikarenakan logo PT Pelni yang dicantumkan di platform media sosial mereka. Selain respons cepat yang diberikan para pelaku kepada calon korban.

“Saya percaya karena mereka menyebut dari Jakarta, dan ada respons cepat yang diberikan pelaku kepada saya. Baik melalui Facebook, komunikasi via telepon WhatsApp, dan juga email,” jelasnya.

Kepada Sanusi, pelaku penipuan ini kemudian mengirimkan file tiket PT Pelni untuk dua orang dengan harga lebih dari Rp1 juta. Hingga saat ini Sanusi dan anaknya masih memilih bertahan di area pelabuhan, sambil terus berusaha menghubungi nomor kontak pelaku guna meminta pengembalian dana.

“Saya bayar tiket Rp1.016.000. Kemudian dia langsung cepat kirim file tiket, namun saat di scan di sini tidak bisa. Nomor kontaknya masih aktif, ini saya bigung mau bagaimana karena ongkos saya sudah habis,” ujarnya.

Sementara itu, Gloria salah satu penumpang lain tujuan Medan, juga mengalami hal serupa hingga akhirnya membatalkan keberangkatannya.

Gloria juga mengaku mendapatkan tawaran tiket dari salah satu platform media sosial. Godaan tiket untuk mudik sangat menggiurkan bagi dirinya, dikarenakan selalu kehabisan tiket saat mencari melalui aplikasi dan website resmi.

“Aku dapat tiket dari medsos bang, ada yang jual untuk dua orang. Aku beli karena kalau cek di website selalu kehabisan. Keludnya juga sudah berangkat, gagal lah saya balik kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Azhar calon penumpang KM Kelud lainnya tujuan Medan mengaku terpaksa membatalkan kepulangannya dikarenakan tidak mendapat cuti dari tempatnya.

Azhar mengaku sedikit menyesal, dikarenakan sudah mendapatkan tiket keberangkatan jatah mudik gratis untuk seluruh keluarganya yang berjumlah 7 orang.

“Jadi hari ini datang cuma antar saja istri dan anak-anak saja sampai ke atas kapal. Setelah antar saya ini mau balik, gak bisa pulang karena tidak dapat cuti,” ujarnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |