4.000 Ton Beras Premium Masuk Kepri untuk Jaga Pasokan Pangan

1 day ago 16

AlurNews.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk mengirim 4.000 ton beras premium dari Sulawesi ke Provinsi Kepulauan Riau. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat cuaca buruk.

Penugasan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang disampaikan dalam video conference bersama Bapanas, Bulog, dan Kapolda Kepri pada Selasa, 25 November 2025. Dalam pertemuan itu, Ansar hadir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi.

“Upaya Bapanas ini diharapkan dapat mengatasi ketersediaan beras di Kepri jelang Nataru,” ujar Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis (27/11/2025), dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.

Ansar juga menegaskan agar beras tersebut segera disalurkan ke seluruh wilayah Kepri setibanya di daerah. “Beras ini diharapkan dapat dikirimkan segera ke seluruh wilayah Kepri,” kata dia.

Sebelumnya, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), ia kembali menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun. Ansar mengingatkan adanya potensi kenaikan harga dari sejumlah komoditas akibat cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan.

Komoditas yang perlu diantisipasi antara lain cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan daging ayam. Ansar meminta OPD teknis memperkuat koordinasi, memperbarui neraca pangan, dan memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap lancar.

“Inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada di level 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional. Namun penting diantisipasi adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan permintaan masyarakat jelang akhir tahun,” paparnya.

Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, optimistis inflasi jelang dan saat Nataru bisa dijaga di bawah 3,5 persen. Ia menyebut sejumlah program pengendalian harga berjalan efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memicu kenaikan harga di pasar. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |