Sampel MBG Dikirim ke Batam, Begini Penampakan Menu MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Siswa

3 hours ago 3
Penampakan menu MBG yang diduga picu keracunan ratusan siswa di Kabupaten Anambas. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Paska keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (16/4/2026) lalu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Anambas, kini menunggu hasil pemeriksaan sampel menu MBG yang diduga sebagai penyebab keracunan masal.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Anambas, Feri Oktavia menjelaskan adapun menu MBG yang disajikan kepada para siswa terdiri dari telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur berisi sawi, wortel, dan buncis, serta buah apel dan kelengkeng.

Feri menjelaskan untuk prosesi pemeriksaan menu MBG sendiri akan dilakukan oleh pihak BPOM Kepulauan Riau yang berada di Kota Batam.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Batam. Untuk menu yang diuji merupakan menu MBG yang disajikan ke siswa saat kejadian,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/4/2026).

Pihaknya turut menyebut, dalam flyer yang diterbitkan SPPG Air Asuk, menu tersebut disebut memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Feri menambahkan, seluruh makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari satu penyedia, yakni SPPG Air Asuk, meski korban berasal dari sejumlah sekolah berbeda.

Untuk porsi kecil, makanan mengandung energi 427,6 kilokalori, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, dan serat 1,5 gram. Sementara untuk porsi besar, kandungan gizinya mencapai 607,3 kilokalori, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, serta serat 1,7 gram.

“Masih dalam pemeriksaan. Untuk pemeriksaan awal kami menggunakan sanitary kit, namun selanjutnya sampel akan dikirim ke Batam untuk diperiksa lebih lanjut di BPOM,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 115 orang siswa mulai tingkat PAUD hingga SMP menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.

Selain itu, sebanyak 41 orang lainnya yang merupakan orangtua atau saudara siswa juga mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi MBG yang dibawa pulang oleh para siswa.

Untuk penanganan korban, para pasien dirawat di dua fasilitas kesehatan. Dimana untuk di RSUD Palmatak, tercatat 114 pasien dirawat. Sebanyak 110 orang telah dipulangkan, sementara empat siswa masih menjalani perawatan intensif.

Sementara itu, di Puskesmas Siantan Tengah, dari total 41 pasien, sebanyak 26 orang telah kembali ke rumah, dan 15 lainnya masih dirawat. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |