Puluhan Lapak Blok D Pasar Puan Maimun Kosong: Perumda BBJ Merugi, Relokasi Jadi Solusi

5 hours ago 8
Kondisi puluhan lapak di blok D pasar tradisional Puan Maimun Karimun menjadi pemicu kerugian finansial bagi Perumda Bumi Berazam Jaya (BBJ). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Kondisi puluhan lapak atau kios yang kosong di blok D pasar tradisional Puan Maimun Karimun telah menjadi pemicu kerugian finansial bagi Perumda Bumi Berazam Jaya (BBJ).

Diketahui, akibat kekosongan lapak atau kios di blok D tersebut, Perumda BBJ mengalami kebocoran pendapatan hingga belasan juta per bulan.

“Ada sekitar 90 lapak di blok D yang masih kosong. Secara hitungan, lapak kering kita sewakan Rp5 ribu per hari dan lapak basah Rp15 ribu per hari. Jika di kalikan dengan total lapak yang ada, maka kita merugi belasan juta per bulannya,” ujar Direktur Perumda BBJ, M Mahsun, Kamis (16/4/2026).

‎Dikatakan dia, guna menambal kebocoran serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), pihaknya merelokasi pasar sore ke blok D, sebagai solusi konkret.

“Para pedagang pasar sore kami pindahkan ke blok D. Di sana juga sudah kita siapkan lapak dan fasilitas yang memadai serta nyaman bagi pembeli. Jadi kami mohon bantuan dan dukungan semua pihak, demi menyehatkan PAD kita,” ungkap dia.

‎Mahsun mengatakan, harga sewa lapak yang ditentukan oleh Perumda BBJ kepada setiap pedagang juga relatif murah dan tidak membebani.

‎”Harga sewa lapak yang dikenakan juga tidak begitu mahal dan membebani mereka, lapak kering Rp5 ribu per hari dan Rp15 ribu untuk lapak basah (jualan basah),” terangnya.

‎”Kami juga menambahkan beberapa lapak lagi untuk jualan basah, untuk itu biaya sewa lapak basah agak sedikit lebih tinggi dibandingkan lapak kering. Karena untuk biaya pembangunan yang dihitung konsultan itu kita potong dari uang sewa setiap bulan,” ujarnya. (Andre)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |