Enam Bulan Diluncurkan, Fitur Anti-Scam Indosat Deteksi 2 Miliar Ancaman Digital

15 hours ago 4
Enam Bulan Diluncurkan, Fitur Anti-Scam Indosat Deteksi 2 Miliar Ancaman Digital. (Foto: Indosat)

AlurNews.com – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan singkat, dan tautan berisiko yang terindikasi spam maupun penipuan digital.

Fitur berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) ini dikembangkan bersama mitra teknologi Tanla melalui platform Wisely AI, dan diklaim mampu melindungi seluruh pelanggan Indosat dari potensi penipuan digital secara proaktif.

“Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” ujar President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Penguatan sistem ini dilakukan seiring meningkatnya ancaman kejahatan digital di Indonesia. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance mencatat hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiganya menjadi korban dalam 12 bulan terakhir.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sejak Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berdiri pada November 2024 hingga Januari 2026, total kerugian akibat penipuan mencapai Rp 9,1 triliun.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, Indosat menghadirkan fitur perlindungan yang semakin mudah diakses. Pelanggan IM3 dapat menggunakan layanan SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), sedangkan pelanggan Tri memanfaatkan TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan identifikasi visual berbasis kode warna,” jelasnya

Berdasarkan data internal Indosat, sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, serta undian palsu, yang disebarkan melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan ini cenderung meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.

Tak hanya memblokir ancaman, fitur ini juga melibatkan partisipasi pelanggan. Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan aplikasi pendukung, serta melaporkan lebih dari 124.000 nomor yang terindikasi digunakan untuk penipuan.

Indosat mencatat, sistem perlindungan ini membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga 500 juta dollar AS, sekaligus melindungi pelanggan dari risiko penyalahgunaan data pribadi dan gangguan usaha. Sekitar 95 persen pelanggan mengaku merasa lebih terlindungi dengan kehadiran fitur tersebut.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria mengapresiasi langkah Indosat dalam memanfaatkan AI untuk melindungi konsumen.

“Kami mengapresiasi upaya Indosat dalam memerangi scam dan spam di Indonesia. Ini menjadi contoh pemanfaatan AI yang tepat guna dan kami mendorong pelaku industri lain untuk mengimplementasikan langkah serupa,” kata Nezar. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |