Asap Karhutla Ganggu Warga Kerumutan, Pertamina Salurkan Masker N95 dan Oksigen Portabel

22 hours ago 7
Pertamina menyalurkan paket alat kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel kepada tim lapangan serta masyarakat di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan, Senin (25/8). (Foto: Pertamina Patra Niaga Sumbagut)

Alurnews.com – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat memberikan bantuan untuk mendukung penanganan dampak asap.

Melalui Terminal BBM Sei Siak, Pertamina menyalurkan paket alat kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel kepada tim lapangan serta masyarakat di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan, Senin (25/8).

Bantuan tersebut disalurkan bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan.

Kecamatan Kerumutan menjadi wilayah dengan dampak karhutla terparah di antara 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Kebakaran dilaporkan terjadi di lahan sawit milik masyarakat dengan luas hampir 10 hektar.

Kondisi semakin sulit karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengatakan karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran menjadi lebih kompleks.

“Lahan gambut yang terbakar tidak hanya berada di permukaan, tetapi bisa membara jauh di dalam tanah,” ujar Zulfan.

Menurut dia, kemunculan titik api di Pelalawan telah terjadi dalam satu bulan terakhir. Cuaca kemarau turut membuat kondisi hutan dan lahan semakin kering sehingga api lebih mudah menyebar.

Namun, Zulfan menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya karhutla.

“Penyebab karhutla 99 persen dipicu oleh manusia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, hanya 1 persen disebabkan oleh kemarau,” katanya.

Selain mengancam lingkungan, asap karhutla juga menjadi risiko kesehatan bagi personel yang terlibat dalam proses pemadaman.

Tim pemadam yang bertugas hingga 24 jam sehari berpotensi mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dalam waktu lama.

Karena itu, bantuan masker N95 dan oksigen portabel dinilai dapat membantu mengurangi risiko kesehatan bagi petugas maupun masyarakat yang terdampak.

Zulfan mengapresiasi langkah Pertamina yang turut mendukung penanganan karhutla di Kerumutan.

“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina. Tim pemadam yang siaga 24 jam memiliki potensi terjangkit penyakit pernapasan yang tinggi karena paparan asap dalam jangka waktu yang lama,” ujar Zulfan.

“Bantuan ini dapat meminimalisir potensi tersebut dan tim dapat bekerja dengan kondisi yang aman dan nyaman,” lanjutnya.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurut Silvani, peran Pertamina tidak berhenti pada penyediaan dan distribusi energi, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Melalui aksi tanggap darurat ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” kata Silvani.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat dan tim lapangan menghadapi dampak asap karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tuturnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |