Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi berbincang dengan pelajar dalam edukasi melek keuangan melalui menabung, Jumat (28/8/2026). Foto: Humas OJKAlurNews.com – Kebiasaan menabung tidak hanya soal menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan. Bagi generasi muda, aktivitas sederhana tersebut dinilai dapat menjadi fondasi pembentukan karakter disiplin, kemampuan mengendalikan diri, sekaligus bekal menuju kemandirian finansial.
Pesan itu mengemuka dalam puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut diikuti lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Kegiatan menjadi momentum bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat budaya menabung sekaligus memperluas akses keuangan bagi generasi muda.
Baca Juga: Satgas Pasti Kepri Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Berkedok Investasi Kripto
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kebiasaan menabung perlu dibangun sejak dini.
“Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit,” ujar Friderica.
Menurut dia, penguatan literasi dan inklusi keuangan pada anak dan pelajar membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut penting karena meskipun tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional telah mencapai masing-masing 69,57 persen dan 93,61 persen, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah angka nasional.
Karena itu, OJK menjadikan pelajar sebagai salah satu kelompok prioritas dalam berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, rangkaian HIM 2026 memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Rakyat. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen strategis untuk memperluas akses sekaligus edukasi keuangan secara lebih merata.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program ini mendorong setiap pelajar memiliki rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Dalam periode September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka. Pada periode yang sama, lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di sekitar 122.000 sekolah.
OJK juga mencatat kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan telah menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menekankan bahwa menabung memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar mengelola uang.
Menurut Dicky, kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter disiplin, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri. Kemampuan tersebut semakin penting di tengah perkembangan ekonomi digital yang membuat generasi muda semakin mudah terpapar berbagai dorongan konsumsi.
“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.
Penguatan literasi keuangan juga dilakukan OJK melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar edukasi keuangan dapat berlangsung secara masif, merata, dan berkelanjutan.
Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta.
Melalui sinergi dalam GENCARKAN, tercatat 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan jangkauan 3,2 juta peserta dan 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.
Penguatan ekosistem literasi keuangan juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga kini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.
Sementara itu, infrastruktur edukasi digital turut diperkuat. LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah digunakan oleh 142.613 pengguna, sedangkan minisite Sikapi Uangmu telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta views.
Sebagai bagian dari puncak HIM dan BLK 2026, OJK juga memberikan penghargaan melalui KEJAR Award dan Financial Literacy Award.
KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung implementasi Program KEJAR, mulai dari pembukaan rekening hingga kegiatan publikasi, sosialisasi, dan edukasi.
Adapun Financial Literacy Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha jasa keuangan, pemangku kepentingan, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia, serta komunitas yang berperan dalam memperluas literasi keuangan. (Nando)

19 hours ago
9

















































