AlurNews.com – Wajah baru pusat perbelanjaan teknologi di kawasan Nagoya, Batam resmi diperkenalkan ke publik. Mall yang sebelumnya dikenal sebagai Nagoya IT Center (NITC) kini berganti nama menjadi The East dan mulai beroperasi sebagai pusat IT & Digital Lifestyle melalui grand opening yang digelar pada Sabtu (16/5/2026).
Mengusung konsep futuristik dan modern, The East hadir bukan sekadar sebagai pusat penjualan gadget dan elektronik, melainkan juga ruang interaktif bagi komunitas digital, gamer, hingga pelaku industri kreatif di Batam.
Owner The East, Soehendro Gautama mengatakan transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pusat teknologi yang lebih nyaman, lengkap, dan sesuai dengan perkembangan era digital saat ini.
“Teknologi sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami ingin The East tidak hanya menjadi tempat berbelanja perangkat elektronik, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan gaya hidup digital masyarakat,” ujar Soehendro, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini lantai pertama The East telah dipenuhi tenant yang bergerak di bidang smartphone dan aksesoris digital. Ke depan, pengembangan akan dilakukan hingga lantai dua dan tiga dengan menghadirkan lebih banyak tenant elektronik, komputer, hingga perangkat rumah tangga berbasis digital.
Menurut Soehendro, konsep yang diusung The East menggabungkan aktivitas belanja, hiburan, dan komunitas dalam satu kawasan terpadu. Hal itu terlihat dari berbagai agenda interaktif yang digelar selama pembukaan, mulai dari turnamen Mobile Legends, kompetisi game console seperti PES dan Tekken, hingga lomba menyanyi.
“Pusat digital modern sekarang bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang berkumpul dan berekspresi bagi komunitas,” katanya.
Direktur The East, Jackson, mengatakan perubahan identitas dari NITC menjadi The East merupakan langkah baru untuk membangun pusat perbelanjaan berbasis teknologi dan digital lifestyle di Batam.
Menurut dia, konsep tersebut dipilih karena perangkat teknologi kini telah menjadi kebutuhan harian masyarakat.
“Sekarang teknologi sudah menjadi everyday item yang dipakai setiap hari. Karena itu, kami ingin The East menjadi mall yang fokus pada IT sekaligus gaya hidup digital,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini puluhan tenant telah mengisi area lantai pertama dan jumlahnya ditargetkan berkembang menjadi lebih dari 100 toko dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, keberadaan jembatan penghubung yang menghubungkan The East dengan Apartemen Citra Plaza Nagoya dinilai dapat memperkuat ekosistem belanja dan kebutuhan digital bagi penghuni apartemen maupun masyarakat umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi hadirnya The East sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata Batam.
Menurut Ardiwinata, Batam saat ini terus mendorong pengembangan sektor MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) tourism yang menjadi salah satu kekuatan utama daerah.
Ia menilai kehadiran The East dapat mendukung pengembangan kawasan WPP New Nagoya yang tengah diproyeksikan pemerintah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata baru di Kota Batam.
“Batam selama ini dikenal sebagai kota meeting dan bisnis. Kehadiran pusat digital lifestyle seperti The East diharapkan dapat menambah daya tarik wisata belanja sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Nagoya,” jelasnya. (Nando)

16 hours ago
9

















































