Pembangkit listrik PLTU Karimun. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – PT PLN Indonesia Power (IP) UP PLTU Tanjung Balai Karimun akan mengambil langkah perbaikan mesin selama tiga hari ke depan.

Perbaikan tersebut diketahui setelah Unit 1 mengalami kebocoran boiler akibat terjadinya gangguan sistem yang menyebabkan pemadaman total atau black out di wilayah Pulau Karimun.

Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Adityawarman menyampaikan, perbaikan Unit 1 diperkirakan akan memakan waktu selama tiga hari.

Baca Juga: PLTU Karimun Tegaskan Pemeliharaan Mesin Pembangkit Sudah Terjadwal

“Sekitar pukul 04.05 WIB dini hari tadi terjadi black out sistem, kemudian pada pukul 05.18 WIB PLTU Unit 1 kembali energize dan firing kembali. Namun baru beberapa menit berjalan tepatnya pukul 05.26 WIB ditemukan kebocoran boilernya, sehingga pengoperasian PLTU Unit 1 terpaksa dihentikan dahulu,” ujar Riki, Minggu (6/9/2026).

‎Lanjutnya lagi, saat ini PLTU Unit 1 sedang dilakukan pendinginan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap perbaikan.

‎”Pagi ini kami lakukan pendinginan dahulu, dan pengerjaan perbaikan ditargetkan selesai pada hari Rabu 9 September 2026 mendatang,” ungkapnya.

‎Riki mengatakan, keluarnya PLTU Unit 1 dari sistem tentunya akan berdampak pada kurangnya pasokan daya listrik, sehingga berpotensi terjadinya manajemen daya atau pemadaman bergilir pada beban puncak.

‎”Atas kejadian ini kami menyampaikan permohonan maaf, kami terus berupaya agar proses perbaikan dilakukan secara maksimal sehingga secepatnya Unit 1 bergabung ke sistem,” kata dia (Andre)