PLTU Karimun Tegaskan Pemeliharaan Mesin Pembangkit Sudah Terjadwal

2 hours ago 6
Pembangkit listrik PLTU Karimun. Foto: AlurNews.com

AlurNews.com –  PT PLN Indonesia Power (IP) UP PLTU Tanjung Balai Karimun memberikan penjelasan rinci mengenai teknis pembangkit listrik dan dinamika pasokan daya kelistrikan saat ini.

Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Aditiyawarman mengungkapkan bahwa pemeliharaan  unit mesin pembangkit dilakukan secara terjadwal dan tersistematis.

Lebih lanjutnya lagi, pemeliharaan unit mesin pembangkit juga melalui beberapa metode, seperti pemeliharaan kecil (simple overhaul), pemeliharaan besar (major overhaul) dan pemeliharaan tidak terencana atau tidak terduga.

Baca Juga: Siap Siaga Hadapi Kondisi Darurat, PLN IP UP PLTU Karimun Gelar Simulasi

Secara ideal, mesin PLTU wajib menjalani perawatan berkala setiap 6.000 jam operasi. Dengan dua unit mesin yang dimiliki (Unit I dan Unit II), secara akumulatif dalam setahun terdapat empat kali jadwal pemeliharaan keluar dari sistem (outage) masing-masing dua kali untuk tiap unit.

Riki menegaskan bahwa untuk Unit II saat ini sudah masuk kategori pemeliharaan besar (major overhaul), di mana seluruh komponen mesin wajib diperiksa total dan diganti apabila ditemukan kerusakan.

Manager UP PLTU Tanjungbalai Karimun, Riki Aditiyawarman. Foto: AlurNews.com

“Jadi perlu kami sampaikan, bahwa pemeliharaan unit mesin pembangkit itu sebenarnya sudah terjadwal dan tersistematis. Jadwal pemeliharaan maupun teknis di lapangan itu sudah diagendakan dalam 5 tahun ke depan. Dan untuk kejadian (blackout) kemarin itu masuk kategori tidak terencana,” jelas Riki, Selasa (28/7/2026).

Ia mengatakan, saat ini mesin Unit I dan II PLTU sebenarnya beroperasi dalam kondisi normal dengan daya mampu mencapai 5,7 MegaWatt (MW) sesuai kapasitasnya.

“Kondisi daya di PLTU memang pas-pasan walau kita mengoperasikan dua unit. Unit II sejatinya sudah memasuki jadwal pemeliharaan rutin sejak 10 Juli 2026 lalu. Namun, berdasarkan hasil rapat bersama manajemen jaringan, kondisi daya kita masih terbatas sehingga pemeliharaan Unit II terpaksa kami tunda,” ujar Riki.

Penundaan ini diambil demi menjaga kontinuitas pasokan daya ke masyarakat. Meski demikian, Riki menegaskan bahwa pengoperasian mesin yang sudah melewati batas pemeliharaan menyimpan risiko teknis yang cukup tinggi.

“Secara operasional saat ini memang aman di beban 5,7 MW, tetapi jika dibilang benar-benar aman, tentu tidak. Ada indikasi risiko kegagalan peralatan sebelum pemeliharaan resmi dilaksanakan. Rencananya jadwal pemeliharaan baru akan direalisasikan sekitar tanggal 20 atau 22 Agustus 2026 mendatang untuk menekan risiko kerusakan lebih lanjut,” terangnya.

Riki juga menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk berupaya menjaga kehandalan kelistrikan di Karimun. Selain itu, terdapat pembangunan unit PLTS dalam waktu dekat guna menambah daya listrik. (Andre)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |