Pertamina memperketat pengawasan BBM di Aceh, Raiu dan Kepri untuk memastikan pasokan energi aman. Foto: Dok. PertaminaAlurnews.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau guna memastikan pasokan energi tetap aman dan penyaluran kepada masyarakat berjalan lancar.
Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan operasional secara berkelanjutan di seluruh wilayah kerja sebagai upaya mengantisipasi berbagai dinamika distribusi sekaligus menjaga keandalan pasokan BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penguatan monitoring dilakukan secara menyeluruh agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Gangguan Sistem Barcode BBM Subsidi di Karimun Sudah Normal
“Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi secara optimal,” kata Fahrougi dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Di Provinsi Aceh, Pertamina mengoptimalkan operasional Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menambah jam operasional terminal dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari, termasuk pelayanan pada hari Minggu.
Selain itu, frekuensi pengiriman mobil tangki ditingkatkan hingga sekitar 65 persen untuk mempercepat distribusi BBM. Pertamina juga menerapkan skema alih suplai antarterminal guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara di Provinsi Riau, perusahaan melakukan pemantauan rutin terhadap stok BBM dan kelancaran distribusi melalui jalur logistik utama, termasuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), yang menjadi koridor penting penyaluran menuju fuel terminal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Adapun di Kepulauan Riau, Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU berlangsung normal. Monitoring dilakukan secara berkesinambungan mengingat karakteristik wilayah kepulauan yang membutuhkan pengawasan distribusi secara lebih intensif.
Fahrougi mengatakan, selain memperkuat pengawasan di lapangan, Pertamina juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan,” ujarnya. (Nando)

5 hours ago
6

















































