Satgas Distribusi Air Bersih Disiagakan, Tanjungpinang Antisipasi Kekeringan

17 hours ago 7
dinas di tanjungpinang digabungWali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

AlurNews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiagakan Satgas Distribusi Air Bersih untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan.

Sebanyak tujuh armada dikerahkan untuk melayani warga, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah dan rumah ibadah. Dalam satu kali distribusi, armada tersebut mampu menyalurkan hingga 27 ribu liter air.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan armada tersebut berasal dari berbagai instansi, mulai dari BPBD Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kepri, hingga BPBPK Kepri. Jumlah armada juga berpotensi bertambah dengan dukungan kendaraan operasional dari OPD lainnya.

“Menyikapi situasi dan kondisi kekeringan ini, tim Satgas telah dibentuk. Ini sebagai bentuk tanggung jawab, kepedulian, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menghadapi kesulitan pemenuhan air bersih,” kata Lis, Sabtu (28/3/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan BMKG yang memprediksi hujan baru akan turun pada Mei 2026. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat mitigasi untuk menghadapi kekeringan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir April.

Pemko Tanjungpinang sebenarnya telah menyalurkan air bersih sejak awal Januari. Namun, cakupan layanan kini diperluas seiring meningkatnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah permukiman.

Lis juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak agar pasokan tetap mencukupi.

“Sambil berjalan, kita minta masyarakat untuk bijak menggunakan air, karena diperkirakan kemarau masih berjalan hingga akhir April,” ujarnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan Satgas Distribusi Air Bersih Tanjungpinang di nomor 0821-7325-5567. Warga juga diminta menyiapkan tempat penampungan untuk memperlancar distribusi.

Selain itu, Lis mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Ia menegaskan, pembukaan lahan dengan cara membakar dapat dikenai sanksi pidana.

“Mari jaga lingkungan tetap aman, dan waspada. Dalam situasi seperti ini, BPBD dan Tim Satgas fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Karhutla yang sering terjadi, tentu akan mengganggu distribusi air bersih,” ungkapnya. (red)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |