AlurNews.com – Letak geografis Kabupaten Karimun yang tersusun dari gugusan pulau-pulau serta berada tepat di jalur pelayaran Internasional merupakan aset penting bagi pemerintah daerah untuk pemerataan pembangunan bagi kemajuan.
Terlebih lagi, negeri dengan julukan ‘bumi berazam’ ini bagian dari wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) di Indonesia yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemerataan infrastruktur, seperti halnya jembatan penghubung antar pulau.
Salah satu pelayanan dasar infrastruktur yang perlu digesa dalam waktu dekat yakni pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Keban ke Desa Niur Permai, Kecamatan Sugie Besar.
Bukan tanpa alasan, urgensi atau keperluan mendesak pembangunan jembatan gantung tersebut lantaran mempermudah akses bagi masyarakat setempat, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Akses pendidikan dan kesehatan antara Desa Keban ke Desa Niur Permai atau sebaliknya selama ini masih mengandalkan perahu. Kondisi ini tentunya memiliki banyak keterbatasan, terlebih saat cuaca tidak bersahabat.
“Sebenarnya masih banyak lagi kebutuhan masyarakat yang berharap pada pembangunan jembatan gantung ini, seperti mendukung kawasan hasil perikanan, pertanian, dan mempermudah kelancaran mobilisasi orang, barang atau jasa mereka,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karimun, Raja Machrizal, Minggu (29/3/2026).
Ia mengatakan dengan berbagai pertimbangan manfaat tersebut, masyarakat setempat sangat berharap pembangunan jembatan gantung ini dapat segera diusulkan ke pemerintah pusat.
Hal ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dengan hadirnya pemerintah untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan dan wilayah terpencil.
Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah mengaku telah mengusulkan permohonan pembangunan jembatan gantung tersebut ke pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PU, Kementerian Keuangan serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan.
Ia melanjutkan dengan koordinasi dan sinergitas berbagai Kementerian tersebut diharapkan memperlancar disetujui penganggaran ke Kabupaten Karimun untuk segera direalisasikan pembangunan jembatan gantung tersebut.
Iskandarsyah juga berharap upaya realisasi jembatan gantung ini dapat mendorong investasi dan menggerakkan pariwisata, sehingga selain bisa tercapai pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi juga sebagai usaha untuk mewujudkan kejayaan Kabupaten Karimun dimasa depan (the glory of the future).
Hal senada, Ketua DPRD Karimun, Raja Rafiza turut mendukung pengusulan pembangunan jembatan gantung Desa Keban-Desa Niur Permai tersebut.
“Anak-anak sekolah ini adalah aset dan kekayaan kita yang sangat berharga, harus dijamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik. Jembatan gantung ini akan membantu kehidupan masyarakat dan meringankan beban hidup masyarakat serta memberikan pesan bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat,” ungkap Rafiza.
Ia mengatakan, program jembatan gantung ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, karena kerja sama yang kuat merupakan kunci untuk menjangkau masyarakat diberbagai pelosok tanah air sehingga terasa manfaat pemerataan pembangunan bagi seluruh wilayah. (Andre)

7 hours ago
7


















































