AlurNews.com – Lonjakan investasi di Batam mendorong pemerintah daerah dan Badan Pengusahaan (BP) Batam memperkuat sistem ketenagakerjaan guna memastikan tenaga kerja lokal terserap optimal di tengah pertumbuhan ekonomi yang kian pesat.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmen menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan mengintegrasikan kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja.
“Batam harus tumbuh cepat, tetapi juga harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberi ruang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dan berkembang,” jelas Amsakar dalam rapat yang berlangsung di BP Batam, Kamis (2/4/2026) lalu.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemmy Francis mengungkapkan tren investasi di Batam menunjukkan kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 27 persen per tahun.
Tingginya angka tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan strategis, baik nasional maupun global.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, tantangan masih muncul pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran di Batam tercatat masih berada di atas rata-rata nasional, yang dipicu oleh kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
“Kunci keberlanjutan investasi tidak hanya pada kemudahan berusaha, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya, Senin (6/4/2026).
Penguatan sistem tersebut dilanjutkan dengan pengembangan Manajemen Talenta Batam (MANTAB) yang digagas BP Batam.
Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa, menyebut MANTAB sebagai platform strategis berbasis teknologi yang mengintegrasikan data tenaga kerja dengan kebutuhan industri secara lebih presisi.
Melalui MANTAB, pemerintah dapat mengidentifikasi talenta siap kerja, memetakan kebutuhan industri, menghubungkan investor dengan tenaga kerja yang sesuai, hingga mendorong sertifikasi kompetensi bertaraf nasional dan global.
“MANTAB bukan sekadar platform, tetapi ekosistem yang memastikan setiap investasi yang masuk ke Batam langsung terkoneksi dengan talenta yang tepat,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Batam juga mengembangkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SIMNAKER), platform digital yang dirancang memberikan akses informasi lowongan kerja, data perusahaan, serta layanan pencari kerja secara cepat dan transparan.
“SIMNAKER menjadi fondasi awal dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih modern, terbuka, dan berbasis data,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Yudi Suprapto.
Sinergi antara SIMNAKER dan MANTAB diharapkan mampu menciptakan sistem ketenagakerjaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pendataan, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja berbasis kebutuhan industri.
Kolaborasi lintas sektor juga terus diperkuat dengan melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, serta kementerian terkait.
“Dengan langkah tersebut, Batam tidak hanya diposisikan sebagai tujuan investasi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta unggul yang siap bersaing di tingkat global,” jelasnya. (Nando)

4 hours ago
4


















































