70 Persen JCH Embarkasi Batam Lansia, Pelayanan Fokus Kenyamanan dan Keselamatan

22 hours ago 10
Embarkasi BatamJemaah Calon Haji Embarkasi Batam saat hendak diberangkatkan ke Tanah Suci, Rabu (22/4/2026). Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Provinsi Kepulauan Riau menghadirkan pendekatan baru dengan menitikberatkan pelayanan ramah bagi jemaah lanjut usia (lansia), perempuan, dan penyandang disabilitas.

Kebijakan ini menjadi fokus utama mengingat sekitar 70 persen jemaah calon haji (JCH) yang diberangkatkan melalui Embarkasi Batam tahun ini merupakan kelompok lansia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengatakan pelayanan haji tahun ini dirancang lebih inklusif dan adaptif sesuai kondisi jemaah.

“Prioritas kita tahun ini adalah lansia, perempuan, dan disabilitas sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah,” kata Syafi’i, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, seluruh petugas haji telah diminta untuk memberikan layanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan jemaah, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus selama proses keberangkatan hingga kepulangan.

Selain itu, rangkaian acara seremonial juga dibatasi guna menjaga kondisi fisik jemaah, khususnya lansia.

“Acara seremonial kita batasi hanya satu kali di setiap provinsi. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan jemaah, khususnya lansia, agar tetap prima hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya.

Melalui Asrama Haji Batam, Embarkasi Batam dijadwalkan memberangkatkan sebanyak 10.845 jemaah calon haji dari berbagai daerah, dengan dukungan sekitar 100 petugas haji.

Sementara itu, kuota jemaah asal Kepulauan Riau tercatat sebanyak 1.085 orang, ditambah 10 petugas, sehingga totalnya mencapai 1.095 orang.

Syafi’i mengungkapkan, jemaah tertua tahun ini berusia 83 tahun, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun.

Dengan dominasi usia lanjut, pemerintah menilai peningkatan kualitas layanan menjadi hal yang sangat penting agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Pada kelompok terbang (kloter) pertama, sebanyak 445 jemaah asal Kepulauan Riau telah diberangkatkan.

Mereka terdiri atas 27 jemaah dari Kabupaten Lingga, 44 jemaah dari Kabupaten Bintan, 145 jemaah dari Kota Tanjungpinang, dan 145 jemaah dari Kota Batam, serta didampingi empat petugas haji.

Pemerintah berharap pendekatan pelayanan yang lebih ramah dan inklusif ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi kelompok rentan.

“Prioritas kami memberikan pelayanan yang prima, terutama pada lansia, perempuan, dan disabilitas,” jelasnya. (Nando)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |