31 Peserta Meriahkan Lomba Karaoke Lagu Hari Raya di Pulau Penyengat

19 hours ago 7
Salah seorang peserta Lomba Karaoke Festival Lagu Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Pulau Penyengat, unjuk kebolehan, Sabtu (28/3/2026) malam. (Foto: Diskominfo Kepri)

AlurNews.com – Sebanyak 31 peserta ambil bagian dalam Lomba Karaoke Festival Lagu Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Pulau Penyengat, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan berlangsung meriah. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura hadir langsung menyaksikan penampilan para peserta sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat dalam suasana Idul Fitri.

Lomba karaoke lagu hari raya ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Pulau Penyengat. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terlihat dari semaraknya suasana dan semangat para peserta dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

“Lomba ini kita selenggarakan sebagai sarana hiburan sekaligus untuk menjalin silaturahmi dalam memeriahkan Hari Raya Idulfitri,” ujar Ansar.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan di Pulau Penyengat, sehingga dapat terus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat serta memperkuat kebersamaan.

Selain itu, Ansar turut memaparkan rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat yang akan mulai dilaksanakan pada tahun ini dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

Menurutnya, pembangunan monumen tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya Bahasa Indonesia yang berakar dari Pulau Penyengat, sekaligus sebagai simbol pemersatu bangsa.

“Monumen Bahasa ini akan menjadi bukti nyata bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan memiliki akar sejarah dari Pulau Penyengat, sekaligus menjadi jembatan lintas generasi untuk mengingat pentingnya merawat sejarah bahasa kita,” jelas Ansar.

Kegiatan lomba karaoke ini pun diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus daya tarik wisata di Pulau Penyengat, yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Melayu di Provinsi Kepulauan Riau. (ib)

Read Entire Article
Alur Berita | Malang Hot | Zona Local | Kabar Kalimantan |